Stabilitas Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

admin.aiotrade 07 Nov 2025 2 menit 11x dilihat
Stabilitas Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global
Stabilitas Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga Meski Ada Tekanan Global

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga meskipun kondisi global sedang mengalami tekanan. Hal ini didorong oleh adanya perlambatan aktivitas di berbagai kawasan yang tercatat dalam sejumlah indikator perekonomian global.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyampaikan bahwa International Monetary Fund (IMF) dalam World Economic Outlook edisi Oktober 2025 telah merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Revisi tersebut dilakukan seiring dengan tercapainya kesepakatan perdagangan dan kebijakan moneter global yang lebih akomodatif.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Kami dapat sampaikan, Rapat Dewan Komisioner (RDK) yang dilaksanakan pada 29 Oktober 2025 menilai, stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga," ujar Mahendra dalam Konferensi Pers RDK Bulanan (RDKB) Oktober 2025, Jumat (7/11/2025).

Ekonomi AS dan China Melemah

Meski kondisi global diproyeksikan membaik, kinerja ekonomi dua negara adidaya Amerika Serikat (AS) dan China justru menunjukkan pelemahan. Di AS, perekonomian cenderung melemah dengan pasar tenaga kerja yang mulai tertekan.

[PIC-0]

"Pasar tenaga kerja mulai tertekan, berlanjutnya government shutdown, serta default beberapa perusahaan menjadi perhatian pasar. Di sisi lain, bank sentral AS, The Fed, dinilai akan lebih akomodatif dengan menurunkan suku bunga kebijakan," kata Mahendra.

Sementara di China, beberapa indikator utama dari permintaan tercatat tak sesuai ekspektasi pasar. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III melambat, disertai dengan konsumsi rumah tangga yang masih tertahan.

"Hal ini mengindikasikan lemahnya konsumsi domestik di ekonomi China. Penjualan ritel dan aktivitas di sektor properti juga mencatatkan perlambatan," ujar Mahendra.

Ekonomi Kawasan Eropa Membaik

Sementara itu, di kawasan Eropa, indikator perekonomian baik dari sisi demand maupun supply terpantau stagnan.

[PIC-1]

"Risiko kawasan juga mengalami peningkatan seiring dengan gejolak di pasar keuangan Perancis yang dipicu oleh instabilitas politik dan penurunan peringkat utang yang didorong pemburukan kondisi fiskal," ujar Mahendra.

Perekonomian Indonesia Tunjukkan Kinerja Solid

Di dalam negeri, Mahendra menegaskan perekonomian Indonesia masih menunjukkan kinerja yang solid. Pada kuartal III 2025, ekonomi tumbuh sebesar 5,04 persen, dan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur tetap berada di zona ekspansif.

[PIC-2]

Menurut Mahendra, perkembangan permintaan domestik perlu terus dicermati karena masih memerlukan dukungan lebih lanjut. Hal ini sejalan dengan moderasi inflasi inti, tingkat kepercayaan konsumen, serta penjualan ritel, semen, dan kendaraan bermotor.

"OJK berkomitmen mendukung optimalisasi peran Sektor Jasa Keuangan (SJK) dalam pertumbuhan ekonomi nasional, antara lain melalui perluasan akses pembiayaan," ujar Mahendra.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan