Stablecoin Capai US$300 Miliar, Jadi Pendorong Kenaikan Kripto

admin.aiotrade 04 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Stablecoin Capai US$300 Miliar, Jadi Pendorong Kenaikan Kripto

Pertumbuhan Pasar Stablecoin Mencapai Rekor Baru

Kapitalisasi pasar stablecoin global kini telah melampaui angka US$300 miliar, setara dengan sekitar Rp 4.800 triliun (kurs Rp16.000 per dolar AS). Angka ini menandai rekor baru yang mengindikasikan peningkatan signifikan dalam penggunaan aset digital. Peningkatan ini tidak hanya menjadi tanda masuknya arus likuiditas segar ke pasar aset digital, tetapi juga bisa menjadi "bahan bakar roket" bagi reli harga kripto di kuartal IV-2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Laporan dari Cointelegraph pada Sabtu (4/10/2025) menyebutkan bahwa total pasokan stablecoin global tumbuh sebesar 46,8% sepanjang tahun berjalan (year to date/YTD), melebihi laju pertumbuhan pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini terjadi tepat pada awal Oktober, bulan yang secara historis dikenal sebagai periode bullish bagi Bitcoin.

Andrei Grachev, pendiri Falcon Finance, menjelaskan bahwa lonjakan pasokan stablecoin bukan hanya menunjukkan dana menganggur di pasar, tetapi juga menunjukkan adanya likuiditas aktif yang terus berputar. Menurutnya, volume transfer mencapai triliunan dolar setiap bulan. Stablecoin digunakan untuk berbagai keperluan seperti penyelesaian transaksi, pendanaan posisi, dan akses dolar di wilayah yang kesulitan mengakses layanan perbankan.

Stablecoin seperti USDT dan USDC kini memiliki peran penting tidak hanya dalam investasi aset kripto, tetapi juga dalam pembayaran, remitansi lintas negara, serta simpanan bernilai stabil di negara berkembang. Dengan fungsi-fungsi tersebut, stablecoin semakin mendekati status sebagai alat tukar utama di banyak wilayah.

Ricardo Santos, Chief Technical Officer Mansa Finance, menilai pencapaian kapitalisasi pasar US$300 miliar sebagai sinyal kuat kebangkitan aset digital dan semakin dalamnya integrasi stablecoin ke sistem keuangan global. Ia menambahkan bahwa ekspansi pasokan stablecoin sering kali diartikan sebagai tanda hadirnya likuiditas dolar baru yang dapat dengan cepat mengalir ke Bitcoin, Ethereum, maupun altcoin.

Adopsi stablecoin di negara-negara seperti Nigeria, Turki, dan Argentina meningkat pesat. Di sana, token yang dipatok terhadap dolar AS kini menjadi "de facto dollar" untuk transaksi sehari-hari. Hal ini menunjukkan bagaimana stablecoin mulai memainkan peran penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat.

Selain itu, pemain besar seperti Visa juga mulai mengintegrasikan penggunaan stablecoin ke dalam sistem pembayaran global. Ini memperkuat posisi aset digital ini dalam infrastruktur keuangan arus utama.

Sepanjang bulan September 2025, Circle selaku penerbit USDC mencetak sekitar US$8 miliar USDC di jaringan Solana, termasuk US$750 juta hanya dalam satu hari perdagangan. Angka ini menunjukkan tingkat adopsi yang sangat tinggi.

Analis teknikal Kyle Doops menilai rekor pasokan stablecoin ini akan segera mengalir ke pasar aset kripto. Ia mengatakan bahwa modal tidak akan diam terlalu lama. Rekor pasokan stablecoin ini bisa menjadi pemicu utama pergerakan bullish berikutnya di pasar kripto.

Tren Penggunaan Stablecoin yang Berkembang

Penggunaan stablecoin semakin luas dan beragam. Berikut beberapa tren yang terjadi:

  • Pembayaran dan Transaksi:
    Stablecoin digunakan sebagai alat pembayaran yang efisien dan cepat, terutama dalam transaksi lintas batas. Hal ini sangat bermanfaat bagi individu dan bisnis yang ingin menghindari biaya tinggi dari sistem perbankan tradisional.

  • Remitansi Lintas Negara:
    Di banyak negara berkembang, stablecoin menjadi alat utama untuk mengirim uang ke keluarga atau teman di luar negeri. Proses ini lebih murah dan cepat dibandingkan metode konvensional.

  • Simpanan Bernilai Stabil:
    Di negara dengan inflasi tinggi, stablecoin menjadi pilihan untuk menyimpan nilai. Mereka menawarkan perlindungan terhadap fluktuasi mata uang lokal.

  • Integrasi dengan Sistem Keuangan Global:
    Perusahaan besar seperti Visa dan Mastercard mulai mengadopsi stablecoin dalam sistem pembayaran mereka, menunjukkan bahwa aset digital ini semakin diterima oleh institusi finansial utama.

Dengan perkembangan ini, stablecoin tidak hanya menjadi alat investasi, tetapi juga alat transaksi yang vital dalam dunia keuangan modern.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan