Status Waspada, Gunung Lewotolok Alami 48 Gempa dan 230 Erupsi Hembusan

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 13x dilihat
Status Waspada, Gunung Lewotolok Alami 48 Gempa dan 230 Erupsi Hembusan
Status Waspada, Gunung Lewotolok Alami 48 Gempa dan 230 Erupsi Hembusan

Aktivitas Gunung Ili Lewotolok Masih Tinggi, Masyarakat Diminta Waspada

Gunung Ili Lewotolok, yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, masih dalam fase aktif dengan aktivitas erupsi dan hembusan abu yang cukup sering. Dalam 24 jam terakhir, tercatat sebanyak 48 kali gempa letusan/erupsi dan 230 kali gempa hembusan. Hal ini menunjukkan bahwa gunung tersebut masih memiliki potensi bahaya yang harus diwaspadai oleh masyarakat sekitar.

Berdasarkan laporan dari petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Stanislaus Ara Kian, kondisi gunung saat ini berada pada Level II atau Waspada. Secara geografis, Gunung Api Ili Lewotolok berada pada koordinat Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT, dengan ketinggian mencapai 1423 mdpl. Pengamatan visual menunjukkan bahwa gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-I. Asap kawah utama terlihat berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 10-200 meter dari puncak.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Cuaca di sekitar gunung tercatat cerah hingga berawan, dengan angin lemah yang bertiup ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 25-31°C. Meskipun cuaca cerah membantu pemantauan visual, potensi ancaman seperti awan panas atau guguran lava tetap tinggi.

Jenis Gempa yang Terjadi

Dari data pengamatan kegempaan, tercatat beberapa jenis gempa yang terjadi:

  • Gempa Letusan/Erupsi: 48 kali dengan amplitudo 7.3-19.1 mm dan durasi gempa 30-38 detik.
  • Gempa Hembusan: 230 kali dengan amplitudo 1.5-7.6 mm dan durasi gempa 20-30 detik.
  • Gempa Harmonik: 1 kali dengan amplitudo 1.3 mm dan durasi gempa 385 detik.
  • Gempa Vulkanik Dangkal: 2 kali dengan amplitudo 4.4-5.5 mm dan durasi gempa 16-20 detik.
  • Gempa Vulkanik Dalam: 2 kali dengan amplitudo 10.5-23.6 mm, S-P 0.6-0.7 detik, dan durasi gempa 12 detik.
  • Gempa Tektonik Jauh: 4 kali dengan amplitudo 2.4-10.9 mm, S-P 15 detik, dan durasi gempa 117-214 detik.

Rekomendasi untuk Masyarakat

Pihak terkait memberikan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat dan pengunjung yang tinggal di sekitar Gunung Ili Lewotolok:

  • Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok. Masyarakat Desa Lamatokan dan Desa Jontona juga diminta waspada terhadap ancaman guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/kawah.
  • Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara diminta tidak memasuki wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas. Mereka juga diminta waspada terhadap ancaman guguran/longsoran lava dari bagian selatan dan tenggara puncak/kawah.
  • Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka diminta tidak memasuki wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas. Mereka juga diminta waspada terhadap ancaman guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/kawah.
  • Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya akibat abu vulkanik, masyarakat sekitar disarankan menggunakan masker pelindung mulut dan hidung, serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
  • Masyarakat yang tinggal di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok diminta selalu waspada terhadap potensi ancaman lahar, terutama saat musim hujan.

Potensi Bahaya dan Peringatan

Meski cuaca cerah memudahkan pemantauan visual, masyarakat tetap perlu waspada terhadap ancaman seperti awan panas, guguran lava, dan lahar. Wilayah-wilayah yang berisiko tinggi adalah daerah sekitar radius 2-2,5 km dari pusat aktivitas gunung, serta daerah aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.

Peringatan ini penting diperhatikan, terutama jika terjadi musim hujan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya lahar. Masyarakat diharapkan tetap mematuhi aturan dan rekomendasi yang diberikan oleh pihak berwenang untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan