Kolaborasi Strategis untuk Segmen Energi Baru
Stellantis, konglomerat otomotif besar asal Eropa, sedang mempersiapkan babak baru dalam sejarah Jeep dengan menggandeng Dongfeng Motor Group, perusahaan otomotif milik pemerintah Tiongkok. Kemitraan ini menjadi langkah penting bagi Stellantis untuk memperkuat posisinya di pasar kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV), yang kini menjadi fokus utama banyak produsen otomotif dunia.
Kedua pihak dikabarkan tengah mengerjakan SUV off-road Jeep generasi terbaru yang akan memadukan warisan ketangguhan khas Jeep dengan kecanggihan teknologi otomotif Tiongkok. Proyek ini menandai kerja sama strategis pertama antara Stellantis dan Dongfeng setelah sebelumnya Jeep bermitra dengan GAC, yang sayangnya berakhir dengan kebangkrutan pada 2022.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut laporan CarNewsChina pada Selasa (14/10), SUV baru ini akan mengadopsi teknologi dari merek Voyah dan M-Hero, dua sub-brand premium milik Dongfeng yang dikenal dengan teknologi listrik dan sistem penggerak empat roda canggih. Dongfeng mengonfirmasi bahwa komunikasi dengan Stellantis sudah dilakukan, meski belum memberikan komentar resmi tentang tahap pengembangan proyek tersebut.
CEO Stellantis Group, Antonio Filosa, diketahui telah mengunjungi markas Dongfeng pada Juli lalu. Dalam kunjungannya, ia mencoba langsung beberapa model unggulan Voyah dan M-Hero serta menegaskan pentingnya kemitraan ini untuk mempercepat transisi Jeep menuju kendaraan listrik dan hybrid. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas portofolio SUV listrik Jeep, sekaligus membantu Stellantis menembus pasar Tiongkok yang kini menjadi pusat inovasi kendaraan listrik dunia.
Model Kerja Sama Mirip Proyek Chery dan Jaguar Land Rover

Media Economic Observer melaporkan bahwa Stellantis dan Dongfeng kemungkinan telah mencapai kesepakatan awal mengenai bentuk kerja sama mereka. Pola kemitraannya disebut akan mirip dengan proyek Freelander antara Chery dan Jaguar Land Rover di Tiongkok. Dalam model tersebut, Stellantis akan bertanggung jawab pada desain, identitas merek, dan karakter off-road khas Jeep, sementara Dongfeng akan mengembangkan teknologi inti seperti powertrain, sistem kokpit digital, dan fitur pengemudian otonom.
Pendekatan ini memberi keuntungan bagi kedua pihak. Bagi Stellantis, kolaborasi ini membuka akses pada teknologi EV canggih milik Dongfeng tanpa harus membangun riset dari nol. Sedangkan bagi Dongfeng, proyek ini memperluas eksposur global mereka dengan memanfaatkan kekuatan merek Jeep yang ikonik. Dalam jangka panjang, kerja sama ini juga bisa menjadi model baru bagi kemitraan lintas negara di era elektrifikasi otomotif.
Jadwal Peluncuran dan Masa Depan Jeep di Era Elektrifikasi

SUV listrik hasil kerja sama Stellantis dan Dongfeng dijadwalkan meluncur pada kuartal pertama tahun 2027, dengan siklus pengembangan selama 18 bulan. Mobil ini diklaim akan hadir sebagai crossover energi baru yang tetap mempertahankan kemampuan off-road khas Jeep, namun dengan efisiensi tinggi dan fitur canggih khas kendaraan listrik masa depan.
Bagi Stellantis, proyek ini menjadi tonggak penting dalam strategi global mereka untuk memperkuat portofolio kendaraan listrik di berbagai pasar utama. Dengan dukungan Dongfeng, Jeep berpotensi kembali bersaing di pasar Tiongkok — sekaligus memperluas pengaruhnya di segmen SUV listrik dunia yang kini semakin ketat.
So, kerja sama Stellantis dan Dongfeng bukan sekadar langkah bisnis, tapi juga simbol transformasi Jeep menuju era baru elektrifikasi. Dengan menggabungkan ketangguhan khas Amerika dan kecanggihan teknologi Tiongkok, kolaborasi ini bisa melahirkan SUV listrik yang tidak hanya tangguh di medan berat, tetapi juga cerdas, efisien, dan siap menghadapi persaingan global di masa depan.
Stellantis Investasi Rp165,6 T, Pulihkan Pabrik dan Tenaga Kerja AS