Steven Wongso Kritik Penjual Martabak, Dihujat Netizen

Steven Wongso Kritik Penjual Martabak, Dihujat Netizen
Steven Wongso Kritik Penjual Martabak, Dihujat Netizen

Perdebatan di Media Sosial Akibat Pernyataan Steven Wongso

Steven Wongso, seorang konten kreator asal Surabaya, menjadi sorotan setelah mengunggah konten yang menyebut para penjual martabak manis memiliki banyak dosa. Pernyataannya ini memicu reaksi keras dari netizen dan bahkan membuat beberapa pedagang martabak manis mem-blacklist-nya.

Apa yang Dilakukan Steven Wongso?

Dalam kontennya, Steven menyamakan martabak manis dengan narkoba versi legal karena efek bahayanya bagi kesehatan. Ia menyoroti tingginya kandungan gula dalam satu porsi martabak manis, yang menurutnya bisa berdampak buruk pada kesehatan dan bahkan berpotensi menyebabkan kematian jika dikonsumsi secara terus-menerus.

Ia juga menyampaikan bahwa penjual martabak manis serupa dengan penjual narkoba, meskipun dalam bentuk legal. Pernyataan ini langsung memicu perdebatan di media sosial, terutama di kalangan penggemar makanan tradisional Indonesia.

Latar Belakang Steven Wongso

Steven Wongso lahir pada 20 Oktober 1999 dan saat ini berusia 26 tahun. Ia mulai dikenal luas setelah menjalin hubungan dengan Arafah Rianti, seorang komika ternama. Sebelum menjadi konten kreator, ia aktif dalam komunitas Stand Up Surabaya sejak 2018.

Setelah tiga tahun bergabung dalam komunitas tersebut, Steven memutuskan untuk merantau ke Jakarta untuk magang kuliah. Saat itu, penghasilannya jauh di bawah UMR, sehingga ia harus mencari cara lain untuk bertahan hidup. Dengan bantuan teman-temannya seperti Nopek dan Arip, ia akhirnya memutuskan untuk ngekos di The Raid.

Di sana, Steven mulai bekerja sebagai roadman atau asisten, yang membantunya mendapatkan penghasilan tambahan. Ia juga pernah menjadi asisten pribadi Indra Jegel dan ikut serta dalam syuting film Ngeri-Ngeri Sedap di Danau Toba pada Desember 2021.

Tanggapan dari Nicky Tirta

Nicky Tirta, seorang aktor sekaligus chef yang memiliki bisnis martabak, turut memberikan komentar atas pernyataan Steven Wongso. Ia menyindir konten kreator tersebut melalui unggahan Instagramnya, dengan mengajak orang-orang untuk membeli martabak manis daripada melakukan tantrum.

"Daripada TANTRUM, mendingan beli Martabak Manis! Jangan lupa extra butter pake keju melelehhhh.. YUMMMMMMYYYY. Tag ke orangnya dong, maaf saya males ngetik namanya," tulis Nicky Tirta.

Reaksi Netizen dan Pedagang

Pernyataan Steven Wongso langsung memicu perdebatan di media sosial. Banyak netizen yang tidak setuju dengan pendapatnya, sementara sebagian lainnya mendukung langkahnya untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya konsumsi gula berlebihan.

Beberapa pedagang martabak manis bahkan sampai mem-blacklist-nya di warung mereka. Di salah satu toko, terlihat tulisan "Dilarang beli" bersama foto Steven Wongso.

Masa Depan Martabak Manis

Steven berharap di tahun 2026, lebih banyak penjual martabak manis yang menjual makanan sehat. Ia menegaskan bahwa jumlah orang yang meninggal karena gula lebih besar dibandingkan yang meninggal karena narkoba tiap tahunnya.

Meski kontroversi ini memicu pro dan kontra, pernyataan Steven Wongso tetap menjadi topik hangat yang memicu diskusi tentang kesehatan dan kebiasaan makan masyarakat Indonesia.