
MOTOR Plus-online.com - Sudah dua bulan stok BBM masih kosong melompong, pihak Shell akan lakukan ini.
Pemilik kendaraan yang biasa mengisi bensin Shell harus pindah ke Pertamina atau BP-AKR.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Proses negosiasi dengan pihak Pertamina masih berjalan alot sampai sekarang.
Sebagai lanjutan, Shell akan menemui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Kementerian ESDM bakal menerima kunjungan dari PT Shell Indonesia untuk membahas kelanjutan proses negosiasi pasokan bahan bakar minyak (BBM) dengan PT Pertamina Patra Niaga.
Pasalnya, pembahasan business-to-business (B2B) antara kedua perusahaan belum juga mencapai kesepakatan.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, pihaknya telah mendapat informasi proses negosiasi antara Shell dan Pertamina Patra Niaga masih berlangsung.
“Ya jadi yang belum, itu sedang bernegosiasi dengan Badan Usaha Pertamina Patra Niaga,” ujar Laode di Kementerian ESDM, mengutip Kontan.co.id.
Dia menambahkan, Shell baru saja menghubunginya untuk mengatur jadwal pertemuan langsung dengan pihak ESDM.
“Shell rencana mau ketemu saya. Belum, masih janjian. Janjian saya kan belum memutuskan waktunya kapan. Saya bilang siap, nanti kami akan terima,” kata Laode.
Kendati belum ada kepastian waktu, Laode memastikan Kementerian ESDM siap memfasilitasi komunikasi antara kedua pihak agar pasokan BBM Shell segera kembali normal.
“Saya enggak tahu mau ketemu saya ini dalam rangka apa, saya belum tahu. Pokoknya dia mau ketemu saya aja,” ujarnya.
Sebelumnya, Shell Indonesia mengonfirmasi negosiasi B2B dengan Pertamina Patra Niaga terkait aspek komersial pasokan base fuel masih berproses. Kondisi ini membuat produk bensin di sejumlah SPBU Shell, seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+, belum tersedia.
President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, mengatakan pembahasan pasokan impor base fuel dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan operasional dan standar mutu global Shell.
“Kami berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya agar produk BBM jenis bensin tersedia kembali di jaringan SPBU Shell sesuai standar keselamatan operasional dan kualitas bahan bakar Shell secara global,” ujarnya dalam keterangan resmi melansir Kontan.co.id.
Ingrid menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.
Ia menegaskan Shell berupaya agar pasokan BBM dapat segera normal, sambil memastikan seluruh prosedur pengadaan dan standar mutu tetap terjaga.
Adapun produk BBM jenis bensin yang saat ini tidak tersedia di jaringan SPBU Shell meliputi Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+.
Meski demikian, Shell masih melayani pelanggan dengan produk Shell V-Power Diesel serta layanan lainnya seperti Shell Select, Shell Recharge, bengkel, dan pelumas Shell.
Sebagai catatan, base fuel merupakan bahan bakar dasar tanpa campuran aditif dan pewarna.
Sebelum disalurkan ke SPBU, Shell menambahkan aditif dan pewarna khusus untuk menghasilkan BBM dengan standar mutu tinggi sesuai praktik global perusahaan.
Shell Indonesia menyatakan akan memberikan pembaruan mengenai ketersediaan produk bensin melalui berbagai kanal resmi seperti situs web, aplikasi Shell Asia, layanan pelanggan, dan media sosial perusahaan.