Stok Beras RI Akan Melimpah Mulai Februari 2026

admin.aiotrade 29 Des 2025 3 menit 11x dilihat
Stok Beras RI Akan Melimpah Mulai Februari 2026


Perusahaan Umum Bulog (Bulog) memiliki keyakinan bahwa kapasitas penyimpanan cadangan beras pemerintah dapat meningkat menjadi 4 juta ton pada tahun depan. Hal ini didorong oleh rencana penambahan kapasitas gudang sebesar 2 juta ton yang akan dilakukan pada Februari 2026.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa perusahaan berencana untuk menambah kapasitas gudangnya hingga mencapai 3 juta ton. Penambahan ini akan dilakukan melalui dua cara, yaitu dengan membangun 100 gudang milik pemerintah yang masing-masing memiliki kapasitas 2 juta ton dan menyewa tambahan gudang sekitar 1 juta ton.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Sampai saat ini sudah ada tambahan gudang berkapasitas 942.000 ton dan sekitar 600.000 ton lainnya sedang dalam proses pemeriksaan oleh Bulog. Harapan saya adalah adanya tambahan kapasitas gudang sebesar 2 juta ton pada Februari 2026," ujar Rizal di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Senin (29/12).

Penjadwalan penambahan kapasitas gudang ini dinilai penting untuk menghadapi musim panen raya pada Februari-April 2026. Pemerintah rencananya akan menyerap antara 2 juta hingga 2,5 juta ton beras selama tiga bulan tersebut.

Perubahan Aturan dan Program Bantuan Pangan

Pemerintah juga telah memberlakukan kebijakan beras satu harga mulai tahun 2026. Selain itu, aturan Bulog direvisi agar lebih efektif dalam menjalankan tugasnya. Dalam konteks ini, Menteri Koordinator Pangan, Zulhas, memberikan instruksi kepada Bulog untuk meningkatkan bantuan pangan bagi provinsi Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.

Selain itu, penanganan banjir yang diperkirakan akan berlangsung lama membuat Bulog meningkatkan stok beras di beberapa daerah seperti Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Kementerian Koordinator Pangan mendata stok cadangan beras pemerintah akhir tahun ini sejumlah 3,3 juta ton. Dengan demikian, total cadangan beras pemerintah (CBP) pada akhir April 2026 dapat mencapai 5,3 juta ton jika tidak ada program bantuan pangan atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan.

Penambahan Cadangan Jagung dan Minyak Goreng

Selain beras, pemerintah juga meningkatkan target volume cadangan jagung pemerintah menjadi 1 juta ton. Angka ini naik lebih dari 21 kali lipat dibandingkan stok cadangan jagung pemerintah (CJP) akhir tahun ini yang hanya sebesar 45.272 ton.

Rizal menyatakan bahwa Bulog juga merencanakan penambahan kapasitas gudang khusus untuk CJP pada tahun depan. Namun, penambahan kapasitas gudang hingga Februari 2026 khusus ditujukan untuk menampung CBP.

"Kami baru menambah kapasitas gudang untuk CBP. Untuk kebutuhan penambahan kapasitas gudang untuk cadangan pangan pemerintah lainnya sambil jalan," katanya.

Selain beras dan jagung, volume cadangan minyak goreng milik pemerintah juga ditargetkan meningkat hampir 700.000 ton menjadi 750.000 ton pada tahun depan. Pada tahun ini, stok akhir cadangan minyak goreng pemerintah hanya sekitar 11.000 ton dari target minimum pengelolaan 105.000 ton.

Namun, peningkatan volume tersebut disinyalir bukan berasal dari minyak goreng hasil aturan kewajiban pasar domestik (DMO). Seperti diketahui, eksportir minyak sawit mentah wajib mematuhi kebijakan DMO agar bisa mendapatkan persetujuan ekspor dari Kementerian Perdagangan.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa pemenuhan cadangan minyak goreng pemerintah akan dilakukan oleh produsen swasta. Dengan demikian, minyak goreng yang akan diserap pemerintah adalah minyak goreng premium.

"Minyak goreng hasil DMO atau Minyakita akan dijual seperti biasa atau langsung mengalir dari produsen langsung ke konsumen tanpa dicadangkan. Kami akan serap minyak goreng premium karena volumenya yang banyak," katanya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan