Stok Kosong, Pengurus Koperasi Merah Putih Jatimakmur Akui Harus Nombok Setiap Bulan

admin.aiotrade 26 Okt 2025 2 menit 14x dilihat
Stok Kosong, Pengurus Koperasi Merah Putih Jatimakmur Akui Harus Nombok Setiap Bulan
Stok Kosong, Pengurus Koperasi Merah Putih Jatimakmur Akui Harus Nombok Setiap Bulan

Koperasi Kelurahan Merah Putih Menghadapi Tantangan dalam Menjaga Ketersediaan Barang

Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Jatimakmur, yang berada di Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, kini tengah menghadapi tantangan serius dalam menjaga ketersediaan stok barang. Setelah lebih dari tiga bulan beroperasi, banyak rak di koperasi tersebut tampak kosong karena keterbatasan modal yang belum terealisasi dari pemerintah.

Ketua KKMP Jatimakmur, Ismail, mengakui bahwa kondisi stok barang saat ini sangat berbeda dibanding saat peresmian pada Senin (21/7/2025). Ia menyebutkan bahwa kini hanya tersedia minyak goreng dari distribusi swasta, gas elpiji 3 kilogram dari Pertamina, gula, dan garam. Sebelumnya, saat koperasi baru diresmikan, stok barang masih melimpah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Ismail, salah satu penyebab utama kelangkaan stok adalah kendala permodalan. Ia berharap pemerintah segera menyalurkan anggaran pinjaman melalui bank Himbara sesuai dengan janji yang telah diberikan.

Tiga bulan kami berjalan, tapi regulasinya belum jelas. Masyarakat terus datang menanyakan ketersediaan barang, kami hanya bisa sampaikan kondisi sebenarnya, ujar Ismail.

Sebelum peresmian, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan sempat menyampaikan bahwa koperasi akan bermitra dengan sejumlah BUMN seperti Bulog, Id Food, dan Pertamina. Namun, Ismail menyebut kerja sama tersebut hanya terasa pada masa awal peresmian. Setelah itu, pasokan berhenti.

Contohnya dengan Bulog, kami mau beli beras subsidi pakai modal pribadi pengurus, tapi dikenakan ongkos kirim Rp500 ribu. Untungnya habis buat bayar ongkir, tuturnya.

Minimnya modal juga membuat pengurus KKMP Jatimakmur harus menanggung biaya operasional dari kantong sendiri. Ismail menjelaskan bahwa para pendiri koperasi ada 54 orang. Mereka sepakat iuran Rp50 ribu tiap bulan untuk membayar listrik dan kebutuhan lain.

Selain iuran bulanan, anggota juga diwajibkan membayar simpanan pokok sebesar Rp500 ribu sekali bayar dan simpanan wajib Rp50 ribu per bulan.

Ismail menilai jika pemerintah serius ingin koperasi ini berjalan sesuai tujuan awal, maka sistem ongkos kirim dari BUMN seharusnya dihapuskan. Karena kerja sama dengan BUMN dinilai kurang menguntungkan, pengurus kini mulai menggandeng pihak swasta.

Salah satunya ialah distribusi minyak goreng merek Gonusa yang sudah berjalan selama sebulan. Ismail menambahkan bahwa koperasi kini tengah menyusun proposal bisnis Simpanan Koperasi Desa (Simkopdes) agar bisa mengajukan pinjaman modal.

Mudah-mudahan sebelum 2026 berakhir, proposal kami sudah disetujui. Kalau sudah dapat pinjaman, kami bisa perbaiki stok dan operasional, ucapnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan