Strategi Ancol (PJAA) Dorong Pertumbuhan 10% pada 2026

Strategi Ancol (PJAA) Dorong Pertumbuhan 10% pada 2026

Strategi Ancol (PJAA) Dorong - Strategi Ancol (PJAA) Dorong Pertumbuhan 10% pada  pt 1
Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) berencana menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan kinerja keuangan sebesar 10% pada tahun ini dibandingkan tahun lalu. Meskipun pendapatan perusahaan pada 2025 turun sebesar 11,1% menjadi Rp 1,12 triliun dari sebelumnya Rp 1,26 triliun, laba bersih PJAA justru tumbuh sebesar 1,34% menjadi Rp 180,19 miliar dari Rp 177,8 miliar.

Direktur Utama PJAA, Syahmudrian Lubis atau yang akrab disapa Ian, menjelaskan bahwa pihaknya akan fokus pada optimalisasi aset dan ekosistem Ancol agar dapat memberikan pengalaman baru bagi pengunjung. "Kami ingin terus meningkatkan nilai tambah bagi pengunjung dengan memanfaatkan potensi yang ada," ujarnya dalam konferensi pers di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (14/4/2026).

Salah satu strategi yang diterapkan adalah mengaktifkan kembali hiburan malam hari. PJAA saat ini sedang bekerja sama dengan mitra untuk membangun beach club di kawasan Ancol. Selain itu, perseroan juga merencanakan pembangunan pusat gaya hidup baru di lokasi yang sebelumnya merupakan restoran dan pantai Segarra. Proyek ini akan mencakup fasilitas seperti tempat padel, semi beach club, serta berbagai aktivitas lainnya.

Ian menjelaskan bahwa proyek ini dirancang agar pengunjung bisa menikmati olahraga sambil menikmati pemandangan pantai. Selain itu, PJAA juga akan melakukan reklamasi pantai bersama mitra global. Saat ini, terdapat 16 perusahaan asing dari Eropa, Tiongkok, Korea Selatan, serta mitra lokal yang terlibat dalam proyek tersebut. Semua mitra akan mengikuti proses beauty contest untuk menentukan siapa yang memberikan nilai terbaik bagi Ancol. Jika hasilnya hampir sama, proses evaluasi akan dilakukan kembali.

Dengan langkah-langkah ini, Ian berharap para mitra dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi perusahaan dalam mengoptimalkan wahana dan fasilitas di PJAA. Adapun untuk kebutuhan infrastruktur dan pengembangan lainnya, PJAA menyiapkan belanja modal sekitar Rp 70 miliar pada tahun ini.

Komisaris Utama PJAA, Irfan Setiaputra, menambahkan bahwa perusahaan optimistis mampu meningkatkan kinerja sebesar 10% pada tahun ini. Namun, ia mengakui bahwa kuartal pertama tahun 2026 menjadi periode yang cukup menantang karena cuaca hujan yang sering terjadi di Jakarta. "Cuaca hujan dan banjir rob secara langsung memengaruhi operasional kami beberapa bulan terakhir," ujarnya. Meski begitu, Irfan menegaskan bahwa hal ini bukan alasan untuk tidak mencapai target kinerja yang ditetapkan.