Strategi Blue Bird (BIRD) Tingkatkan Keuntungan Saat Ramadan

Persiapan Menghadapi Ramadhan dan Lebaran

PT Blue Bird Tbk (BIRD) memanfaatkan momentum Ramadhan dan Idulfitri untuk meningkatkan pendapatan pada kuartal pertama. Perusahaan memastikan kesiapan lebih dari 25 ribu armada yang tersebar di lebih dari 1.300 pangkalan di seluruh Indonesia, terutama di titik-titik mobilitas tinggi seperti pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, area residensial, hotel, bandara, stasiun, dan terminal.

Monita Moerdani, Chief Marketing Officer BIRD, menyatakan bahwa berdasarkan riset internal perusahaan, pergerakan masyarakat yang membutuhkan transportasi mulai meningkat pada pekan ketiga hingga keempat Ramadhan. Kebutuhan ini mencakup aktivitas belanja persiapan lebaran hingga arus mudik.

“Minggu ketiga sampai minggu keempat (Ramadhan) itu puncaknya orang mudik. Biasanya perjalanan antar-kota akan lebih dominan terjadi di sini, dan aktivitas di dalam kota mungkin agak melandai,” ujar Monita dalam diskusi di Jakarta, Kamis (26/2).

Menurut dia, seluruh lini bisnis Blue Bird mengalami lonjakan permintaan selama periode Ramadhan dan Lebaran. Berkaca pada Ramadhan 2025, layanan Bluebird Taxi mencatat kenaikan permintaan rata-rata 20% pada periode arus balik dibandingkan sebelum lebaran. Kenaikan juga terjadi pada layanan Golden Bird sebesar 21% dan Cititrans sekitar 23% dibandingkan periode praramadan. Adapun layanan logistik Bluebird Kirim melonjak hingga 62%. Sementara itu, Silverbird tumbuh 5% dan charter bus meningkat 10% dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya.

“Melihat pola perjalanan yang semakin terkonsentrasi menjelang dan setelah Lebaran, kami memastikan kesiapan lebih dari 25.000 armada,” kata Monita.

Persiapan tersebut mencakup peremajaan armada untuk seluruh layanan, mulai dari Bluebird, Silverbird, Goldenbird, Bigbird, Cititrans, hingga Bluebird Kirim yang mendukung kebutuhan pengiriman barang, termasuk hampers Lebaran.

Lonjakan permintaan ini diharapkan dapat menopang kinerja keuangan perseroan pada kuartal pertama tahun ini. Meski begitu, Monita tidak merinci berapa persen perkiraan kontribusi pendapatan dari periode Ramadhan dan Lebaran terhadap pendapatan BIRD.

Dia menyatakan bahwa perusahaan lebih fokus menangkap peluang pertumbuhan berdasarkan pola historis ketimbang menetapkan target spesifik. Pasalnya, pola mobilitas selama Ramadhan cenderung berubah dan tidak merata sepanjang hari.

“Kami melihat ini harus bisa mengkontribusikan dengan signifikan untuk target keseluruhan portal 1 kita di tahun ini,” ujarnya.

Di pasar saham, harga saham BIRD ditutup turun tipis 0,28% atau berkurang 5 poin ke level 1.755 pada perdagangan Kamis (26/2). Sejak awal tahun, sahamnya naik 3,24% dan meningkat 15,46% secara tahunan atau year on year.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan