Strategi Cemerlang Jalur Pasuruan-Bromo Tingkatkan Ekonomi dan PAD, DPRD Usung Ide Kreatif

admin.aiotrade 17 Nov 2025 3 menit 23x dilihat
Strategi Cemerlang Jalur Pasuruan-Bromo Tingkatkan Ekonomi dan PAD, DPRD Usung Ide Kreatif
Strategi Cemerlang Jalur Pasuruan-Bromo Tingkatkan Ekonomi dan PAD, DPRD Usung Ide Kreatif

Optimasi Jalur Pasuruan sebagai Pintu Masuk Bromo Tengger Semeru

Forum Jagongan Wakil Rakyat (Jawara) yang bekerja sama dengan Tribun Jatim Network menggelar diskusi terkait optimalisasi jalur Pasuruan sebagai pintu masuk ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Topik ini menjadi fokus utama karena potensi ekonomi dan pariwisata yang besar di kawasan tersebut.

Peluang Besar untuk Pasuruan

Menurut wakil rakyat dan tokoh Tengger, Bromo bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi yang mampu meningkatkan pendapatan warga dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Adinda Denisa, menegaskan bahwa Pasuruan memiliki peluang besar untuk menjadi jalur favorit wisatawan. Namun, ia menekankan bahwa peluang ini membutuhkan penataan yang lebih berani dan inovatif.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Bromo bisa diakses dari Probolinggo dan Malang, sehingga jalur Pasuruan perlu menawarkan sesuatu yang berbeda agar bisa bersaing. Menurut Adinda, fondasi fasilitas dasar seperti penerangan jalan umum (PJU), jalan yang baik, rest area, dan ruang parkir yang memadai harus menjadi prioritas.

Fasilitas Dasar dan Itinerary Bersegmen

Adinda menekankan pentingnya membangun fondasi yang kuat sebelum berbicara tentang promosi. Ia menyebut bahwa pengalaman wisatawan harus menjadi prioritas. Dari data Dinas Pariwisata, sebanyak 132.977 wisatawan datang ke Bromo pada Januari–September 2025, yang menunjukkan permintaan pasar yang sangat besar.

Namun, ia menilai jalur Pasuruan belum sepenuhnya memanfaatkan potensinya. Ia menyarankan adanya penyusunan itinerary khusus sesuai segmen wisatawan. Misalnya, wisatawan keluarga membutuhkan paket edukasi dan area istirahat yang ramah anak, sedangkan komunitas motor membutuhkan jalur aman dan spot foto.

Potensi Wisata Sore Hari

Selain sunrise, Adinda juga melihat potensi wisata sore hari yang belum banyak dimanfaatkan. Menurut informasi dari masyarakat Tengge, sunset point via Pasuruan tidak kalah memesona dan bisa menjadi nilai jual tambahan. Dengan kemasan yang tepat, wisata senja ini bisa menarik wisatawan yang tidak sempat bangun dini hari.

Adinda menambahkan bahwa masyarakat Tengger sangat ramah dan welcome terhadap wisatawan. Ia berharap Bromo Pasuruan bisa dikemas seperti wisata di Bali, dengan rest area yang nyaman, kuliner lokal, live music akustik, dan paket foto profesional.

Peran Tokoh Masyarakat Tengger

Agus Setiya Wardana, tokoh masyarakat Tengger, menilai jalur Pasuruan memiliki posisi strategis dalam peta wisata Bromo. Ia menyebut bahwa spot utama seperti Penanjakan atau Viewpoint 1 berada di Pasuruan. Untuk itu, ia menyarankan beberapa "polesan" agar jalurnya sejajar dengan pintu-pintu lain.

Perbaikan infrastruktur jalan, penambahan lahan parkir, PJU, serta pemasangan rambu dan penunjuk arah dari exit tol menuju Bromo via Pasuruan menjadi kebutuhan mendesak. Agus menekankan bahwa pengembangan Bromo tidak boleh meninggalkan akar budaya Tengger.

Pengembangan Wisata yang Inovatif

Agus menilai bahwa potensi wisata di Pasuruan masih bisa dikembangkan. Misalnya, Taman Edelweiss di Wonokitri, Bukit Premium yang sedang naik daun di TikTok, hingga spot-spot baru sepanjang jalur Purwodadi atau Pasrepan bisa menarik minat wisatawan. Ia menegaskan bahwa inovasi tetap bisa dilakukan meskipun kontur tanah curam.

Dalam hal fasilitas, ia menilai kebutuhan dasar wisatawan masih kurang. Rest area untuk bus medium, PJU tambahan, dan infrastruktur pendukung lain harus segera dibangun. Ia juga menyebut soal transportasi umum yang dulunya tersedia melalui layanan Damri, namun saat ini hanya tersisa satu armada.

Kesiapan Infrastruktur dan Investasi

Masalah BBM untuk armada jeep wisata juga menjadi sorotan. Saat ini para sopir bergantung pada penjual eceran dengan harga lebih mahal. Agus berharap ada investasi SPBU di kawasan Bromo Pasuruan agar biaya operasional tidak terlalu membengkak.

Ia menegaskan bahwa DPRD akan terus mendorong pemerintah kabupaten, provinsi, hingga kementerian agar layanan transportasi umum kembali tersedia dan fasilitas wisata tertata. Tujuannya adalah memastikan Bromo via Pasuruan kembali ramai, sehingga wisatawan datang dan ekonomi masyarakat meningkat.



Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan