Strategi Dedi Mulyadi Jaga Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan III 2025

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 13x dilihat
Strategi Dedi Mulyadi Jaga Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan III 2025

Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat Tertinggi di Indonesia

Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat (Jabar) pada kuartal III/2025 mencapai 5,20% secara year on year (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 5,04%. Angka ini menempatkan Jabar sebagai provinsi dengan pertumbuhan tercepat kelima di Indonesia. Dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, pertumbuhan ekonomi tersebut berkontribusi sebesar 12,73% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus, menyebutkan bahwa kebijakan pemerintah provinsi dan daerah berperan signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang positif. Ia menjelaskan bahwa mobilitas masyarakat sepanjang Januari-September, peningkatan produksi padi, serta capaian realisasi investasi PMA (Penanaman Modal Asing) dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) memberikan kontribusi besar terhadap sektor konstruksi dan komponen PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto).

Lima Kebijakan Utama Gubernur Jabar

Selama 9 bulan menjabat sebagai Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi telah menjalankan setidaknya lima kebijakan utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Berikut adalah kebijakan-kebijakan tersebut:

  • Meningkatkan mobilitas masyarakat: Pemprov Jabar telah membangun 666 kilometer jalan yang dibiayai dari pajak kendaraan. "Mobilitas masyarakat bisa mendorong tumbuhnya perekonomian," kata Dedi.

  • Menjaga kualitas infrastruktur: Dedi menekankan pentingnya menjaga kualitas pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan irigasi. "Kalau jalannya cepat rusak, maka akibatnya adalah pembangunan balik lagi ke jalan, balik lagi ke jalan. Sehingga, kita tidak punya kesempatan untuk melakukan investasi sumber daya manusia yang lebih besar ke depan," tegasnya.

  • Transparansi APBD: Kebijakan belanja infrastruktur yang besar diimbangi dengan transparansi APBD sejak awal menjabat. Terbaru, Dedi Mulyadi melaporkan kondisi kas daerah setiap hari di akun sosial medianya.

  • Membuat iklim investasi yang nyaman: Dedi memastikan kebijakan-kebijakannya secara konsisten bisa membuat iklim investasi di Jawa Barat makin nyaman. Hal ini dilakukan melalui berbagai langkah seperti memberantas premanisme lewat pembentukan satuan tugas, menghilangkan percaloan tenaga kerja di industri lewat aplikasi NyariGawe.

  • Membantu perusahaan yang ingin berinvestasi: Dedi juga memfasilitasi dan mengatasi persoalan yang dihadapi oleh perusahaan yang hendak berinvestasi dan berusaha di Jabar.

Investasi di Jawa Barat Mengalami Peningkatan Signifikan

Hasilnya, berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi di Jawa Barat pada Triwulan III tahun 2025 mencapai Rp77,1 triliun, atau sekitar 15,7% dari total nasional. Realisasi investasi pada Triwulan III tahun 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Total nilai investasi tercatat mencapai Rp77,13 triliun, meningkat 36,34% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp56,57 triliun. Dedi Mulyadi menyatakan bahwa "Investasi tidak hanya soal angka, tapi bagaimana memberikan dampak nyata bagi pembangunan manusia di Jawa Barat."

Komitmen untuk Pembangunan yang Berkelanjutan

Pihaknya mengaku bersama seluruh jajaran Pemprov Jabar akan tetap fokus melaksanakan kegiatan pembangunan bagi kepentingan masyarakat Jawa Barat. Dedi juga menyampaikan bahwa berbagai sindiran, nyinyiran, atau kritik yang dialamatkan pada dirinya dianggap sebagai obat agar ia tidak jemawa, terus mawas diri dan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan