
aiotrade,
MEDAN – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sumatra Utara (Sumut) menggelar konferensi tahunan Sumatranomics ke-6 sebagai langkah membangun pemahaman akan isu strategis perekonomian wilayah Sumatra sekaligus mengembangkan ekosistem riset dan inovasi untuk penguatan ekonomi wilayah.
Kepala KPwBI Sumut Rudy Brando Hutabarat menyampaikan bahwa pertemuan yang digelar bersama KPwBI Sumatra Barat serta Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) cabang Medan dan Padang ini bertujuan mendorong agar ekosistem akademik semakin berkontribusi dalam perumusan kebijakan sehingga mendukung penguatan ekonomi wilayah dan program Asta Cita pemerintah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Integrasi ekonomi wilayah Sumatra merupakan kunci dari transformasi struktural," kata Rudy dalam pembukaan Annual Conference 6th Sumatranomics 2025 di Padang, Rabu (5/11/2025).
Dijelaskan Rudy, transformasi ekonomi Sumatra diperlukan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dia menyebut perlu tiga upaya untuk mendorong transformasi ekonomi wilayah Sumatra.
Pertama, transformasi pada struktur ekonomi, daya saing, dan inklusivitas guna mengembalikan kejayaan Sumatra sebagai pusat perdagangan global dan regional.
Kedua, integrasi dan kolaborasi antara industri dan perdagangan yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan basis economies of scale yang lebih efisien dan produktif.
Ketiga, rekomendasi strategis hasil perumusan dari karya ilmiah pemenang kompetisi Call for Paper 6th Sumatranomics dapat digunakan sebagai rujukan perumusan kebijakan implementatif yang konkret.
Adapun pertemuan tahunan Sumatranomics ke-6 kemarin diisi dengan materi dan diskusi bersama sejumlah doktor kompeten di bidangnya. Topik yang dibahas berkaitan dengan integrasi perdagangan dan industri di wilayah Sumatra.
Salah satu panelis dari Universitas Indonesia, Fithra Faisal, menyebutkan perlunya solusi integrasi perdagangan berbasis industrialisasi guna mendorong transformasi ekonomi Sumatra, peningkatan ekspor bernilai tambah dan keterlibatan lebih dalam pada rantai nilai global.
Fithra mengatakan Sumatra dapat beralih dari basis ekspor komoditas primer menuju hub manufaktur dan konektivitas regional ASEAN yang kompetitif dengan dukungan kebijakan perdagangan, infrastruktur, dan investasi yang terkoordinasi.
Sementara panelis dari Universitas Padjajaran, Maman Setiawan, menekankan pentingnya industrialisasi, hilirisasi, dan aglomerasi sebagai strategi utama untuk memperkuat integrasi industri di Sumatra sehingga akan meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keterhubungan antarwilayah.
Maman mengatakan struktur industri yang lebih kompetitif dan lingkungan bisnis yang kondusif diyakini akan menciptakan perilaku usaha yang inovatif serta mendorong daya saing regional secara berkelanjutan.
Selain diskusi, Annual Conference 6th Sumatranomics 2025 kemarin menjadi momentum penyerahan penghargaan kepada 10 paper atau makalah terbaik dari kategori umum dan mahasiswa.
Kepala KPwBI Sumut Rudy Brando Hutabarat mengatakan ada 3 rekomendasi strategis hasil formulasi dari karya ilmiah terbaik tersebut, yakni perlunya kebijakan yang sesuai dengan kondisi spesifik daerah baik struktur ekonomi, kondisi geografis dan SDM; perluasan infrastruktur konektivitas antardaerah sebagai modal integrasi ekonomi wilayah, khususnya untuk mendukung aglomerasi ekosistem industri; serta penguatan pemetaan potensi dan tantangan daerah khususnya dalam mendorong integrasi perdagangan-industri.