Strategi Kumpulkan Dana US$1,44 Miliar untuk Tenangkan FUD di Tengah Tekanan Harga Bitcoin

admin.aiotrade 06 Des 2025 2 menit 14x dilihat
Strategi Kumpulkan Dana US$1,44 Miliar untuk Tenangkan FUD di Tengah Tekanan Harga Bitcoin

Strategi Perusahaan untuk Mengatasi Kekhawatiran Investor

CEO Strategy, Phong Le, mengungkapkan bahwa perusahaan berhasil mengumpulkan dana cadangan sebesar US$1,44 miliar dalam waktu delapan hari. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kekhawatiran investor terkait kesehatan keuangan perusahaan di tengah siklus penurunan harga Bitcoin.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam wawancara dengan CNBC, Le menjelaskan bahwa penguatan kas dilakukan agar publik tidak meragukan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban dividen. Ia menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk menghilangkan FUD (Fear, Uncertainty, and Doubt) yang beredar di pasar.

“Kami bagian dari ekosistem kripto dan Bitcoin. Karena itu, kami memutuskan untuk mulai menambah modal dan menempatkan dolar AS di neraca guna menghilangkan FUD yang beredar,” ujarnya.

Cadangan Dividen Hingga 24 Bulan

Pada Senin lalu, Strategy mengumumkan pembentukan cadangan kas sebesar US$1,44 miliar yang berasal dari penjualan saham. Dana tersebut dirancang untuk menutup kewajiban dividen selama minimal 12 bulan, dan ke depan ditargetkan diperluas hingga mencakup 24 bulan.

Langkah ini dilakukan di tengah kekhawatiran pasar mengenai kemampuan perusahaan untuk terus membayar dividen dan melunasi utang jika harga saham jatuh terlalu dalam. Le menegaskan bahwa rumor tersebut tidak berdasar.

“Kami sebenarnya tidak memiliki masalah dalam membayar dividen dan tidak perlu menjual Bitcoin,” katanya.

“Namun FUD yang beredar membuat sebagian pihak mengambil posisi short terhadap Bitcoin.”

Untuk meredam kekhawatiran tersebut, Strategy bergerak cepat. Dalam delapan setengah hari, perusahaan berhasil mengumpulkan US$1,44 miliar setara 21 bulan kewajiban dividen. Tujuannya bukan hanya untuk menepis FUD, tapi juga menunjukkan bahwa perusahaan tetap mampu menggalang dana meski sedang berada di fase penurunan Bitcoin.

Menjual Bitcoin Jadi Opsi Terakhir

Pekan lalu, Le menyampaikan bahwa perusahaan hanya akan mempertimbangkan menjual Bitcoin apabila harga saham jatuh di bawah nilai aset bersih (net asset value) dan perusahaan tak lagi punya akses terhadap sumber pendanaan baru.

Selain itu, Strategy juga meluncurkan dasbor “BTC Credit” yang mengklaim perusahaan memiliki cukup aset untuk membayar dividen lebih dari 70 tahun.

Sebagai informasi, data dari Coinmarketcap pada pukul 07.56 WIB menunjukkan bahwa Bitcoin berada pada harga US$89.425 atau turun 3,11% dalam 24 jam terakhir.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan