
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya Tahun 2026
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya Tahun 2026 telah ditetapkan sebesar Rp12,7 triliun. Dari total anggaran tersebut, pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp10,898 triliun yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan transfer. PAD sendiri diproyeksikan sebesar Rp8,198 triliun, sementara belanja daerah direncanakan mencapai Rp12,731 triliun.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa penetapan APBD ini menjadi dasar percepatan pelaksanaan pembangunan di Kota Pahlawan pada tahun mendatang. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan segera melaksanakan pembangunan untuk tahun berikutnya, termasuk persiapan lelang dan kegiatan lainnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kita segera melaksanakan pembangunan untuk tahun mendatang. Karena kita sudah bisa melakukan seperti persiapan lelang dan lain-lain. Prosesnya sudah bisa dilakukan, sehingga nanti Januari bisa jalan," ujarnya.
Proyeksi PAD Surabaya
Dalam menjelaskan proyeksi PAD tahun 2026, Wali Kota Eri menyebutkan bahwa angka sekitar Rp8 triliun akan didorong melalui optimalisasi aset daerah dan peningkatan pendapatan dari sektor pajak reklame. Ia menjelaskan bahwa setiap tahun PAD Kota Surabaya sekitar Rp8 triliun, namun di tahun depan pihaknya akan lebih banyak melakukan optimalisasi aset yang digunakan.
"Jadi dari setiap tahun kan kita (PAD) sekitar Rp8 triliun, tapi nanti insyaAllah di tahun depan kita akan banyak melakukan terkait dengan (optimalisasi) aset yang akan kita gunakan. Jadi jangan sampai mangkrak, disewakan," katanya.
Selain itu, Wali Kota Eri juga menyebutkan bahwa Pemkot Surabaya akan menambah titik reklame sebagai salah satu langkah strategis untuk menggenjot pendapatan daerah. Ia menjelaskan bahwa posisi jalan akan diberi neon box sehingga terang, tetapi yang membayar listrik bukan pemerintah daerah, melainkan pendapatan yang diperoleh.
"Yang kedua kita akan menaikkan (PAD) dari reklame. Jadi nanti di posisi jalan itu bisa neon box sehingga bisa terang, tapi yang bayar listrik bukan kita, tapi kita mendapatkan (dari) pendapatan," jelasnya.
Menutup Defisit Akibat Pemotongan TKD
Wali Kota Eri juga menegaskan bahwa langkah inovatif dalam peningkatan PAD dilakukan sebagai upaya menutup defisit akibat pemotongan anggaran Transfer ke Daerah (TKD). Ia menjelaskan bahwa dengan pemotongan TKD sebesar Rp730 miliar, maka pihaknya harus berinovasi untuk menggantikan pendapatan tersebut.
"Dengan pemotongan TKD, maka kita harus berinovasi untuk menggantikan TKD yang sekitar Rp730 miliar, yang (pajak) Opsen-nya sekitar Rp600 miliar, berarti kita kan kurang Rp1,3 triliun. Maka kita harus bisa inovasi," paparnya.
Terkait rencana penambahan titik reklame, Wali Kota Eri memastikan bahwa akan dibuat secara eksklusif sesuai karakteristik wilayah. Ia menjelaskan bahwa titik baru akan dibuat, tetapi titik tersebut adalah titik eksklusif yang memang dibedakan antara jalan utama dan bukan jalan utama.
"Kita buat titik baru, tapi titik itu adalah titik eksklusif yang memang kita bedakan ya, jalan yang utama, sama bukan jalan utama,” pungkasnya.