Strategi Perbankan Jaring Dana Murah 2025

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Strategi Perbankan Jaring Dana Murah 2025


Jakarta – Berbagai bank di Indonesia sedang berupaya keras untuk menarik dana murah menjelang akhir tahun ini. Tujuannya adalah untuk mengurangi laju kenaikan biaya dana dengan menerapkan strategi yang beragam.

Strategi Bank dalam Meningkatkan Dana Murah

Di pengujung tahun, sejumlah bank terlihat mempercepat langkah mereka dalam menjaga likuiditas hingga akhir tahun. Salah satu bank yang aktif melakukan inisiatif tersebut adalah PT Bank Raya Indonesia Tbk. Corporate Secretary Bank Raya, Ajeng Putri Hapsari, menjelaskan bahwa perusahaan fokus pada peningkatan dana pihak ketiga (DPK), khususnya dari segmen digital saving.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Beberapa upaya yang dilakukan antara lain:

  • Meningkatkan user experience nasabah melalui akselerasi transaksi non tunai di aplikasi Raya App.
  • Memperkuat layanan pembayaran digital seperti QRIS, Saku Bareng, Saku Bisnis, serta layanan laku pandai melalui Agen BRILink dan Agen Bank Raya.
  • Mengembangkan fitur Quick Access QRIS dengan shortcut menu di halaman login aplikasi untuk memudahkan nasabah bertransaksi hanya dalam sekali klik.
  • Mendorong aktivitas transaksi melalui promo merchant dan program loyalitas berjenjang seperti Kawan, Kawan Baik, Sobat hingga Bestie.
  • Meluncurkan program undian “Pesta Raya” dan “Raya Poin” yang mendorong nasabah meningkatkan poin undian melalui aktivitas menabung dan bertransaksi.
  • Memperluas brand awareness melalui partisipasi sebagai sponsor di berbagai event massal, seperti Raya Run, Beautitastic, Color Run, hingga Runtastic.

Kinerja Penghimpunan Dana Bank Raya

Dari sisi kinerja penghimpunan dana, hingga kuartal III-2025 total DPK Bank Raya tercatat sebesar Rp 9,15 triliun atau tumbuh 16,5% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ini didukung oleh perbaikan struktur pendanaan, termasuk peningkatan CASA menjadi Rp 2,72 triliun atau tumbuh 38,8% yoy, dengan rasio CASA mencapai 29,78%.

Ajeng menjelaskan bahwa pertumbuhan dana murah terutama berasal dari digital saving yang tumbuh signifikan sebesar 61,4% yoy menjadi Rp 1,75 triliun.

Ke depan, Bank Raya optimistis pertumbuhan DPK dan CASA akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini dan tahun depan. Optimisme ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah nasabah serta strategi perseroan dalam mengoptimalkan sinergi ekosistem BRI Group.

Strategi Bank Mandiri dalam Penghimpunan Dana Murah

Di sisi lain, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga terus mengoptimalkan strategi penghimpunan dana murah (current account saving account/CASA) melalui penguatan ekosistem digital dan peningkatan aktivitas transaksi nasabah.

Head of Deposit Product Management Bank Mandiri, Mega Ekaputri Pujianto, menjelaskan bahwa Bank Mandiri memaksimalkan pemanfaatan platform digital seperti Livin’ by Mandiri, Livin’ Merchant, dan Kopra by Mandiri untuk mendorong pertumbuhan dana berbasis transaksi, sekaligus memperluas basis dana murah secara berkelanjutan.

Selain itu, peningkatan porsi pembukaan rekening secara digital menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat fondasi CASA, baik di segmen ritel maupun korporasi.

Hingga Oktober 2025, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang solid dengan kenaikan di atas 15% secara tahunan (year on year/yoy). Total DPK Bank Mandiri mencapai sekitar Rp 1.530,9 triliun. Struktur pendanaan masih didominasi oleh dana murah dengan porsi di atas 71%, mencerminkan keberhasilan strategi efisiensi biaya dana di tengah dinamika pasar likuiditas.

Perencanaan Ke Depan

Untuk sisa tahun ini, Bank Mandiri tetap memfokuskan strategi pada penguatan CASA dan pemeliharaan struktur pendanaan yang sehat. Meski tidak mengungkapkan target kuantitatif secara spesifik, perseroan mengarahkan upaya pada peningkatan dana murah berbasis transaksi, optimalisasi kanal digital, serta perluasan basis nasabah melalui akuisisi digital yang terus menunjukkan perkembangan positif.

Memasuki tahun 2026, pihaknya juga memproyeksikan pengelolaan pendanaan tetap dilakukan secara prudent dengan menitikberatkan pada efisiensi biaya dana, akselerasi digitalisasi layanan, serta pendalaman ekosistem transaksional.

"Penguatan CASA yang berkelanjutan, pengelolaan likuiditas yang hati-hati, serta ekspansi pembiayaan pada segmen produktif dan UMKM diperkirakan menjadi fokus utama perseroan dalam menjaga momentum pertumbuhan yang sehat dan berkesinambungan," imbuhnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan