
Ringkasan Berita
Strava, aplikasi perekam olahraga terkenal, mengajukan gugatan terhadap Garmin, produsen jam tangan pintar (smartwatch), terkait dugaan pelanggaran paten fitur Segments dan Heatmaps. Gugatan ini diajukan pada 30 September 2025 di Pengadilan Distrik Colorado, AS, namun hanya berlangsung selama 21 hari sebelum dicabut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Strava, gugatan tersebut dikatakan dicabut secara sukarela tanpa adanya syarat atau prasangka buruk terhadap Garmin. Hal ini menandai akhir dari konflik hukum yang berlangsung dalam waktu singkat.
Strava menuduh bahwa Garmin menyalin fitur Segments dan Heatmaps serta melanggar kerja sama API. Namun, perselisihan ini berakhir tanpa adanya larangan penjualan perangkat Garmin atau syarat tambahan.
Alasan Pencabutan Gugatan
Meskipun alasan pasti pencabutan gugatan tidak disebutkan secara eksplisit, beberapa analis memperkirakan bahwa keputusan cepat Strava mungkin merupakan hasil dari pembicaraan tertutup antara kedua perusahaan. Diketahui bahwa Garmin memiliki portofolio paten yang kuat dan pengalaman dalam mempertahankan hak intelektualnya.
Selain itu, langkah hukum Strava dinilai berisiko tinggi secara bisnis karena ketergantungan Strava terhadap data aktivitas dari jutaan pengguna perangkat Garmin. Menurut laporan, perusahaan smartwatch ini juga menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar bagi Strava.
Jika hubungan antara kedua perusahaan retak, dampaknya bisa sangat fatal bagi bisnis Strava. Hal ini mungkin menjadi alasan mengapa Strava memilih untuk mencabut gugatan.
Fitur yang Dituduh Melanggar Paten
Sengketa ini bermula dari dua fitur utama Strava, yaitu Segments dan Heatmaps. Segments memungkinkan pengguna menentukan bagian rute tertentu untuk bersaing meraih waktu terbaik dalam berlari atau bersepeda. Sementara itu, Heatmaps menampilkan peta panas jalur populer berdasarkan data GPS jutaan pengguna Strava.
Menurut Strava, kedua fitur ini sudah dipatenkan dan tidak boleh digunakan tanpa izin. Namun, Garmin disebut telah mengadopsi konsep serupa di jajaran perangkat Forerunner, Fenix, Epix, hingga Edge, melalui layanan Garmin Connect.
Perjanjian Lalu yang Diduga Dilanggar
Selain dugaan pelanggaran paten, Strava juga menuding Garmin melanggar Master Cooperation Agreement (MCA) yang ditandatangani pada 2015. Perjanjian ini awalnya memungkinkan integrasi fitur Strava Live Segments ke perangkat Garmin. Namun, Strava menilai Garmin kemudian mengembangkan fitur serupa di platformnya sendiri, menciptakan “sistem tandingan” di luar izin yang disepakati.
Ketegangan makin meningkat setelah Garmin menerapkan aturan baru untuk mitra API per 1 Juli 2025. Aturan ini mewajibkan setiap mitra, termasuk Strava, menampilkan logo Garmin di semua aktivitas, grafik, dan konten yang diunggah ke Strava. Jika menolak, Garmin mengancam memutus akses API pada 1 November 2025, sehingga data dari perangkat Garmin tak lagi bisa otomatis tersinkron ke Strava.
Pernyataan Strava tentang Data Pengguna
Chief Product Officer Strava, Matt Salazar, menilai kebijakan Garmin merugikan pengguna. Ia menyebut kewajiban menampilkan logo Garmin di setiap aktivitas merupakan bentuk iklan terselubung yang mengorbankan kenyamanan 150 juta pengguna Strava di seluruh dunia.
“Jika seseorang merekam aktivitas dengan jam tangan Garmin, mereka tetap berhak mengunggah data itu ke Strava tanpa harus menampilkan promosi Garmin,” ujar Salazar di forum komunitas Reddit.
Menurut Strava, data olahraga adalah milik pengguna, bukan milik perangkat atau produsen yang merekamnya. Strava mengaku telah menyampaikan keberatan resmi pada Juni dan Juli 2025, tetapi Garmin tidak menanggapi. Akhirnya, Strava menempuh jalur hukum pada 30 September 2025 lalu untuk melindungi paten sekaligus hak pengguna.
Pada 21 Oktober 2025, Strava mencabut gugatan terhadap Garmin tanpa alasan yang jelas, menandai akhir dari drama hukum singkat antara kedua perusahaan yang berlangsung kurang dari satu bulan.