Suami Ceraikan Istri Pasca Lulus PPPK, Melda Bongkar Perlakuan Mertua yang Tidak Peduli

admin.aiotrade 26 Okt 2025 4 menit 15x dilihat
Suami Ceraikan Istri Pasca Lulus PPPK, Melda Bongkar Perlakuan Mertua yang Tidak Peduli
Suami Ceraikan Istri Pasca Lulus PPPK, Melda Bongkar Perlakuan Mertua yang Tidak Peduli

Kehidupan Melda Safitri yang Berubah Drastis

Melda Safitri kini menjadi sorotan setelah kisah hidupnya viral di media sosial. Awalnya, ia dicampakkan oleh suaminya setelah berhasil lolos dalam seleksi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Kejadian ini membuat kehidupannya mengalami perubahan drastis, namun berkat bantuan orang-orang baik di sekitarnya, kini ia mulai bangkit.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Shella Saukia, seorang influencer dan pengusaha skincare, menjadi salah satu orang pertama yang memberikan dukungan kepada Melda Safitri. Saat Melda datang ke rumah Shella, ia tidak bisa berkata-kata setelah diberi tumpukan uang senilai Rp 100 juta. Selain itu, wajah Melda juga di-make over oleh Shella, sehingga penampilannya berubah total. Ia kini terlihat seperti model dan bahkan ditawari menjadi bintang iklan di produk skincare milik Shella.

Berkat bantuan dari banyak orang, Melda kini menjadi lebih dikenal. Bahkan Denny Sumargo mengundangnya untuk tampil di podcast miliknya. Melda pun terbang langsung dari Aceh ke Jakarta untuk mengikuti acara tersebut. Namun, sebelum berangkat, ia sempat membagikan sindiran kepada keluarga mantan suaminya.

Sindiran Keras dari Melda Safitri

Di media sosial, Melda menyampaikan rasa sedihnya karena ayah dan ibu mertuanya tidak peduli sama sekali terhadap dirinya dan kedua anaknya. Ia mengungkapkan bahwa meskipun ia merasa dizalimi, ia tetap ingin meminta maaf kepada orang tua mantan suaminya sebelum pulang ke Aceh.

“Sejahat apapun aku dan terzolimi apapun aku, tetap...! Sebelum aku pulang ke Aceh Selatan membawa anak-anakku. Saya datangi mamak mu dan ayah mu dan saya rela meminta maaf duluan. Apapun ceritanya mereka tetap orang tua,” tulis Melda di Facebook-nya.

Ia juga menyampaikan bahwa meski sudah meminta maaf, tidak ada satupun dari keluarga mantan suaminya yang melihat mereka pergi. Mereka hanya dibantu oleh tetangga yang baik, sementara keluarga mantan suaminya tidak menunjukkan rasa belas kasihan sedikit pun terhadap anak-anaknya.

Fakta Mengenai Perceraian Melda Safitri

Sebelumnya, kisah pilu Melda saat meninggalkan rumah dengan dua anaknya viral di media sosial. Air mata yang ia tumpahkan disaksikan oleh para tetangganya saat ia pamit ingin pulang ke rumah orangtuanya. Permasalahan rumah tangga antara Melda dan suaminya akhirnya terungkap, termasuk tabiat keduanya.

Aswalun, Kepala Desa Kampung Siti Ambia, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, mengungkapkan bahwa suami Melda, yang bernama JS, dikenal sebagai sosok yang baik. Sementara itu, Melda sendiri dikenal sebagai pekerja keras. Menurut Aswalun, permasalahan rumah tangga mereka lebih dipengaruhi oleh faktor ekonomi.

Ia menjelaskan bahwa selama mengenal keluarga tersebut, suami Melda tidak pernah melakukan kekerasan atau berselingkuh. “Saya tanya, pernah kau pukul istrimu? Dia bilang tidak. Selingkuh pun tidak, sepengetahuan saya begitu,” kata Aswalun.

Melda dan suaminya memiliki dua anak perempuan yang masih kecil. Mereka menikah di Kota Fajar, kampung halaman Melda, dan baru menetap di Kampung Siti Ambia selama dua tahun sebelum perceraian terjadi.

Upaya Mediasi yang Dilakukan Desa

Menurut Aswalun, pihak desa telah berulang kali mencoba menyelamatkan rumah tangga Melda dan suaminya. Mereka melakukan mediasi sebanyak empat hingga lima kali antara pasangan tersebut. Selain itu, pihak desa juga menghadirkan orang tua dari masing-masing pihak untuk ikut mencari solusi.

“Pertama kita mediasi antara keduanya, lalu saya juga mediasi antara anak dengan mertuanya, supaya semua tahu duduk persoalannya,” jelas Aswalun.

Namun, setelah upaya-upaya tersebut, Melda dan suaminya tetap memutuskan untuk berpisah. Setelah surat pernyataan dibuat dan ditandatangani oleh keluarga kedua belah pihak, proses perceraian dilanjutkan ke Mahkamah Syar’iyah (Pengadilan Agama) di Aceh Singkil.

“Setelah orang tua (Melda dan suami) buat surat terakhir, ada wali lengkap semua, dokumentasi pun ada. Kemudian yang laki-laki ini mengurus ke Mahkamah,” ungkap Aswalun.

Proses ini berlangsung sekitar dua minggu hingga surat resmi ditanda tangani. Lebih lanjut, Aswalun menjelaskan bahwa Melda sempat berpamitan dengannya sebelum pulang ke kampung halamannya.

“Dia datang ke rumah pas Magrib. Katanya mau pulang ke kampung besok. Saya suruh dia pamitan dulu ke mertuanya karena mau bawa anak. Awalnya menolak, tapi akhirnya dia pergi juga,” tutur Aswalun.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan