Suasana Duka di Rumah Muhammad Farhan, Pelayat Berdatangan Sejak Pagi

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Suasana Duka di Rumah Muhammad Farhan, Pelayat Berdatangan Sejak Pagi


JAKARTA, aiotrade
Rumah duka Muhammad Farhan Hamid, seorang demonstran yang hilang dan ditemukan tewas di Gedung ACC, di Rawabadak Utara, Koja, Jakarta Utara, mulai ramai dikunjungi oleh para pelayat sejak hari Sabtu (8/11/2025) pagi.

Menurut pantauan dari aiotrade di lokasi, kondisi cuaca di sekitar tempat tinggal korban mulai turun hujan gerimis. Sejumlah warga sekitar dan kerabat berdatangan untuk menyambut jenazah Farhan yang sedang dalam perjalanan menuju rumah duka. Mereka yang datang disambut oleh Imrony, kakak dari Farhan, di depan gang menuju rumah duka. Di area tersebut tampak sejumlah kursi plastik berwarna biru, merah, dan hijau telah disiapkan untuk para pelayat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Di dalam rumah duka, keluarga dan kerabat berkumpul di ruang tengah sambil duduk membentuk lingkaran. Terlihat pula beberapa remaja membantu mengangkat keranjang berisi bungkus nasi berwarna cokelat.

Imrony mengatakan bahwa jenazah sang adik sedang dalam perjalanan dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati. “Masih dalam perjalanan,” kata Imrony.

Rencananya, jenazah almarhum Farhan akan dimakamkan setelah salat Zuhur, sekitar pukul 12.00 WIB, di TPU Budidarma, Semper Timur, Jakarta Utara.

Sebelumnya, RS Polri Kramat Jati memastikan dua kerangka yang ditemukan di Gedung ACC Kwitang teridentifikasi sebagai Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan. Kepala Biro Laboratorium dan Dokumen Kesehatan (Karo Labdokkes) Pusdokkes Polri Brigjen Sumy Hastry Purwanti menjelaskan, hasil pemeriksaan sekunder terhadap struktur tulang menunjukkan bahwa keduanya berjenis kelamin laki-laki.

“Hasil pemeriksaan DNA dan gigi postmortem 0080 cocok dengan antemortem 002 sehingga teridentifikasi Reno Syahputra Dewo anak biologis dari bapak Muhammad Yasin,” jelas Sumy Hastry.

Sementara itu, identifikasi terhadap kerangka lainnya dilakukan menggunakan data sekunder berupa perhiasan dan ikat pinggang, serta pemeriksaan DNA dari tulang.

“Hasil pemeriksaan nomor postmortem 0081 cocok dengan antemortem 001 sehingga teridentifikasi Muhammad Farhan,” jelasnya.

Polda Metro Jaya menyebut penyelidikan atas insiden kebakaran di Gedung ACC Kwitang masih berlanjut untuk memastikan penyebab pasti dan mengungkap pemicu kerusuhan yang menyebabkan dua korban terperangkap di dalam bangunan.

Proses Identifikasi Korban

Proses identifikasi korban dilakukan melalui beberapa tahapan, termasuk:

  • Pemeriksaan DNA dan gigi postmortem untuk membandingkan dengan data antemortem.
  • Analisis struktur tulang untuk menentukan jenis kelamin dan usia korban.
  • Pemeriksaan objek seperti perhiasan dan ikat pinggang untuk memperkuat identifikasi.

Upacara Kematian

Upacara kematian untuk Muhammad Farhan akan diadakan di TPU Budidarma, Semper Timur, Jakarta Utara. Acara ini akan dihadiri oleh keluarga besar, kerabat, dan masyarakat sekitar.

Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan selama upacara antara lain:

  • Doa bersama untuk arwah korban.
  • Penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.
  • Proses pemakaman sesuai dengan tradisi dan agama.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Penyelidikan terkait kejadian kebakaran di Gedung ACC Kwitang masih berlangsung. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut serta mengungkap pemicu kerusuhan yang menyebabkan dua korban terjebak di dalam bangunan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan