
Prestasi yang diraih oleh Timnas U-17 Malaysia dalam ajang ASEAN Cup U-17 2026 di Indonesia mendapat sambutan hangat dari publik Negeri Jiran. Meskipun akhirnya kalah dan gagal menjadi juara, keberhasilan mereka menembus babak final tetap menjadi sorotan utama.
Sebelumnya, sepak bola Malaysia tengah menghadapi berbagai masalah, termasuk skandal naturalisasi yang membuat citra negara ini tercoreng. Beberapa pemain asing yang dianggap sebagai keturunan Malaysia ternyata dipalsukan, sehingga memicu reaksi keras dari FIFA dan pengadilan arbitrase olahraga internasional (CAS).
Meski sempat diklaim memiliki proses naturalisasi yang sah sesuai dengan hukum Malaysia, akhirnya terbukti bahwa tindakan tersebut tidak benar. CAS menolak banding Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), sehingga memberikan konsekuensi berupa penurunan peringkat FIFA dan potensi larangan untuk berpartisipasi dalam turnamen internasional.
Namun, sebelum konsekuensi lebih berat terjadi, Malaysia justru mendapatkan nafas baru melalui prestasi Timnas U-17 mereka. Dengan pelatih Shukor Adan, skuad Harimau Malaya berhasil mencapai babak final setelah mengalahkan beberapa tim kuat di ajang ini.
Di laga final, Malaysia kalah dari Vietnam dengan skor 0-3. Meski begitu, kekalahan itu justru disambut dengan antusiasme oleh masyarakat Malaysia. Mereka menganggap prestasi yang diraih oleh skuad muda ini adalah hasil dari jalur yang benar.
Perjuangan para pemain Timnas U-17 Malaysia mendapat pujian dari berbagai media. Stadium Astro menulis bahwa Shukor Adan dan staf pelatih telah memberikan semangat baru bagi sepak bola usia muda nasional. Meskipun kalah, Malaysia tetap menunjukkan struktur permainan yang terorganisir dan semangat juang yang tinggi.
Kemudian, Stadium Astro menilai bahwa hasil di final bukanlah akhir, tapi awal dari prestasi besar yang akan dicapai Malaysia. Mereka menilai bahwa keberhasilan mencapai final dengan skuad yang lebih muda adalah prestasi yang patut diakui. Ini membuktikan bahwa fondasi pengembangan pemain muda negara ini berada di jalur yang benar.
Lebih lanjut, Stadium Astro menyebutkan bahwa skuad ini bukan hanya tim yang kalah di final, tetapi juga generasi yang sedang dibentuk untuk membawa Malaysia lebih jauh di masa depan. Kekalahan ini dianggap sebagai awal dari perjalanan panjang yang akan membawa Malaysia meraih prestasi lebih besar lagi.
Selain itu, raihan Harimau Muda Malaysia juga meninggalkan kesan tersendiri karena diraih di Indonesia sebagai tuan rumah turnamen. Malaysia berhasil membalikkan prediksi bahwa mereka akan kalah dari Indonesia di babak penyisihan grup. Nyatanya, Malaysia justru memberikan luka terdalam bagi skuad asuhan Kurniawan Dwi Yulianto.
Kekalahan tipis dengan skor 0-1 dari Malaysia menjadi luka pertama Kurniawan sebagai pelatih kepala timnas U-17. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan antara dua negara di ajang ASEAN Cup 2026 akan sangat menarik untuk dinantikan.
Pertemuan kedua negara di ASEAN Cup 2026 senior yang digelar medio Juli hingga Agustus 2026 ini akan menjadi momen penting. Bagaimana Malaysia dapat memperbaiki performa mereka dan membangun kembali reputasi sepak bolanya menjadi hal yang sangat menarik untuk diperhatikan.