
Kehilangan Seorang Tokoh Kepemiluan dan Akademisi
Sufyanto, mantan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur periode 2013-2018, meninggal dunia pada Jumat (24/10/2025) siang. Kabar duka ini mengejutkan banyak pihak, terutama bagi rekan-rekannya di dunia kepemiluan dan akademis.
Selain menjadi tokoh penting dalam pengawasan pemilu, Sufyanto juga dikenal sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo atau Umsida. Ia aktif mengajar di Prodi Ilmu Komunikasi dan berkontribusi besar dalam pendidikan tinggi di wilayah Jawa Timur. Selain itu, ia juga seorang praktisi di bidang kepemiluan yang memiliki pengalaman luas dalam berbagai isu politik dan demokrasi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sebagai pendiri sekaligus Direktur The Republic Institute, sebuah lembaga survei yang sering melakukan penelitian tentang perilaku politik masyarakat, khususnya selama masa pemilu, Sufyanto dikenal sebagai sosok yang kritis dan analitis. Karyanya memberikan wawasan mendalam tentang dinamika politik di Indonesia, terutama di tingkat daerah.
Peran Penting dalam Dunia Kepemiluan
Sufyanto pernah menjabat sebagai Ketua Bawaslu Jatim, tempat ia memimpin berbagai inisiatif untuk memastikan proses pemilu berjalan transparan dan adil. Dalam perannya tersebut, ia sering menjadi mediator antara partai politik, penyelenggara pemilu, dan masyarakat umum. Pengalamannya dalam menjalankan tugas ini membuatnya dihormati oleh banyak kalangan, termasuk para aktivis dan pengamat politik.
Kiprahnya di dunia kepemiluan tidak hanya terbatas pada peran formalnya sebagai anggota Bawaslu. Ia juga aktif memberikan masukan dan saran kepada pemerintah serta lembaga-lembaga terkait lainnya. Di samping itu, Sufyanto juga sering menjadi pembicara dalam berbagai seminar dan diskusi tentang sistem pemilu dan demokrasi.
Kontribusi di Dunia Akademis
Di sisi akademis, Sufyanto dikenal sebagai dosen yang berkomitmen pada pendidikan dan pengembangan generasi muda. Ia tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing mahasiswa dalam penelitian dan proyek-proyek akademis. Kepeduliannya terhadap pendidikan membuatnya menjadi panutan bagi banyak mahasiswa dan rekan kerja di Umsida.
Kabar duka ini dibenarkan oleh Dekan Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial Umsida, Dr Poppy Febriana. Meski belum ada informasi pasti mengenai penyebab kematian Sufyanto, ia mengonfirmasi bahwa kabar tersebut benar adanya. "Iya benar," ujar Dr Poppy saat dikonfirmasi dari Surabaya, Jumat.
Ucapan Duka dan Apresiasi
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab kematian Sufyanto. Namun, kehilangan seorang tokoh seperti dirinya tentu menyisakan duka yang mendalam. Berbagai pihak, termasuk rekan kerja, alumni, dan masyarakat umum, menyampaikan doa belasungkawa atas wafatnya Sufyanto.
Akun resmi media sosial internal Umsida juga turut merayakan kehidupannya dengan berbagai pesan dukacita. Mereka mengingat jasa-jasa Sufyanto dalam membangun pendidikan dan pengawasan pemilu di Jawa Timur.