Sugiono Gerindra: Soeharto Berkontribusi Besar pada Ekonomi Berkelanjutan

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 20x dilihat
Sugiono Gerindra: Soeharto Berkontribusi Besar pada Ekonomi Berkelanjutan

Dukungan Partai Gerindra untuk Pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto dan Gus Dur

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Sugiono, menyatakan dukungannya terhadap usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada dua tokoh penting Indonesia, yaitu Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan Gus Dur. Keduanya dianggap sebagai pemimpin yang berjasa besar bagi bangsa Indonesia dalam periode masing-masing.

“Keduanya menurut kami merupakan pemimpin yang berhasil dan memiliki jasa-jasa yang besar terhadap Republik Indonesia,” kata Sugiono kepada jurnalis, Jumat (7/11/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Soeharto Berjasa Besar Terhadap Stabilitas Nasional


Sugiono menjelaskan bahwa Soeharto memberikan kontribusi signifikan terhadap stabilitas nasional serta pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Banyak pencapaian yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia di berbagai lapisan.

Di era kepemimpinan Soeharto, ia memiliki ambisi untuk membangun infrastruktur, pendidikan, transmigrasi hingga ketahanan pangan setelah sukses melakukan swasembada. “Kita berhasil mencapai swasembada pangan yang merupakan bukti bahwa kesejahteraan masyarakat Indonesia yang paling dasar itu terpenuhi,” ujar Sugiono.

Ia juga menambahkan, sebagian besar lapisan pemimpin di Indonesia saat ini merupakan orang-orang yang besar dalam situasi kepemimpinan Soeharto, dan merupakan hasil dari buah dan kerja keras beliau sebagai pemimpin pada masa itu. Selama masa pemerintahan Soeharto, Indonesia menjadi negara yang disegani di kawasan Asia Tenggara bahkan pada level Asia.

“Secara ekonomi juga pada saat itu kita dianggap sebagai satu negara yang besar, kita diperhitungkan sebagai macan Asia dan itu menempatkan Indonesia pada posisi yang strategis,” tambah mantan Menteri Luar Negeri RI tersebut.

Gus Dur Visioner yang Menyatukan Komponen Bangsa


Sementara itu, Sugiono menilai Gus Dur juga memberikan kontribusi besar terhadap keberlangsungan Indonesia sebagai negara setelah banyak terjadi gejolak di berbagai daerah. Gus Dur senantiasa mengedepankan demokrasi dan pluralisme yang manfaatnya terasa hingga saat ini.

Stabilitas nasional yang tercipta membuat Indonesia bisa terus memulihkan perekonomian nasional usai dilanda krisis moneter. Sugiono menyatakan, Gus Dur berhasil menjaga stabilitas nasional dengan menekankan bahwa pluralitas atau keberagaman agama, suku, dan etnis merupakan keniscayaan di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

“Beliau seorang yang visioner yang berpikir jauh ke depan bagaimana bisa membangun dan menyatukan seluruh komponen masyarakat, sehingga kesatuan negara Indonesia ini terjaga. Kemudian dilanjutkan oleh presiden-presiden berikutnya dan saya kira itu juga merupakan sebuah jasa besar dari seorang presiden pada saat itu,” ujar Sugiono.

Soeharto Sudah Tiga Kali Diusulkan Sebagai Pahlawan Nasional


Menteri Kebudayaan Fadli Zon sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, Tanda Kehormatan menghadap Presiden Prabowo untuk membahas usulan pemberian gelar pahlawan nasional pada Rabu (5/11/2025). Ia melaporkan 40 nama calon pahlawan nasional yang baru diusulkan, serta 9 nama tambahan yang merupakan lanjutan dari tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, ada 24 nama usulan prioritas dari Dewan GTK setelah dilakukan seleksi, kajian, serta penelitian. Seleksi dilakukan melalui pertimbangan berbagai aspek, termasuk latar belakang daerah, peran gender, serta kontribusi dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa.

Fadli Zon mengatakan, Soeharto juga sudah tiga kali diusulkan menjadi pahlawan nasional. Namun, hingga kini belum ditetapkan. “Nama Presiden Soeharto itu sudah tiga kali bahkan diusulkan ya, dan juga beberapa nama lain, ada yang dari 2011, ada yang dari 2015, semuanya sudah memenuhi syarat,” ujar dia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan