Sugiri Sancoko Bantah Ada Suap, Ternyata Terbukti

admin.aiotrade 08 Nov 2025 4 menit 34x dilihat
Sugiri Sancoko Bantah Ada Suap, Ternyata Terbukti

Penangkapan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang Terkait dengan Mutasi Jabatan

Beberapa jam sebelum ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menggelar mutasi besar-besaran terhadap 138 pejabat eselon II hingga IV di lingkungan Pemkab Ponorogo. Kejadian ini berlangsung pada hari Jumat, 7 November 2025, sekitar pukul 14.00 WIB dan selesai pada pukul 15.11 WIB di belakang Pringgitan, rumah dinas Bupati.

Dalam pidatonya, Sugiri sempat menyampaikan pernyataan yang menunjukkan adanya dugaan suap dalam proses mutasi tersebut. Ia berkata, “Enek ora sing bayar nyogok mutasi (ada tidak yang membayar untuk mutasi),” serunya. Namun, ia membantah adanya praktik suap dalam kegiatan mutasi tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Namun, beberapa jam setelah kegiatan mutasi, Sugiri justru terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keterkaitan antara mutasi jabatan dan tindakan korupsi yang dilakukan oleh Bupati Ponorogo.

Sehari sebelumnya, Kamis (6/11/2025), Sugiri juga sempat menggelar pertemuan bersama pejabat Pemkab dan DPRD Ponorogo di Aula Bapperinda. Pertemuan ini disebut sebagai tindak lanjut setelah rombongan Pemkab menghadiri undangan KPK di Jakarta pada Kamis (23/10/2025) lalu. Menurut Sugiri, pertemuan tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam tata kelola pemerintahan.

“Kita ketemu DPRD hanya saat paripurna, dalam forum forum khusus. Kami ingin membobol jalur lintas agar koordinasi itu agar pembenahan dilakukan bersama-sama,” katanya. Ia menekankan pentingnya penyalarasan antara legislatif dan eksekutif dalam pemerintahan.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, memastikan bahwa Sugiri Sancoko ditangkap terkait tindak pidana korupsi dalam proses mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Meskipun demikian, Fitroh tidak membeberkan secara rinci modus dan kronologi kasusnya, termasuk berapa uang yang diamankan dari OTT tersebut.

Sesuai prosedur hukum, KPK memiliki waktu maksimal 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, termasuk Sugiri Sancoko. Keterangan lebih lanjut mengenai kronologi penangkapan, barang bukti, dan pihak lain yang terlibat akan disampaikan dalam konferensi pers resmi.

Penangkapan dan Pengangkutan Pihak Terkait

Sedikitnya 5 mobil diduga ditumpangi penyidik KPK meninggalkan halaman Mapolres Ponorogo, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Banyudono, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Sabtu (8/11/2025) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Mereka keluar dari Mapolres Ponorogo setelah diduga melakukan pemeriksaan intensif terhadap Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dalam OTT KPK.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa 5 mobil itu semua berplat luar daerah, tidak ada yang dari Kabupaten Ponorogo. Mereka keluar dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Selain Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, informasi dihimpun menyebutkan ada 6 orang baik itu pejabat maupun lainnya ikut dibawa.

Data internal menyebutkan dari 6 orang itu ada Sekda Ponorogo Agus Pramono dan Direktur RSUD dr Harjono Ponorogo, dr Yunus Mahatma. Dugaan ini bukan tanpa sebab. Lantaran di Mapolres Ponorogo, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Banyudono, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jatim terlihat mobil dinas Sekda Ponorogo Agus Pramono. Selain itu, juga ada mobil dinas direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo, dr Yunus Mahatma.

Belum ada keterangan resmi dari pihak KPK maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. KPK berencana membawa Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko ke Jakarta pada Sabtu (8/11/2025). Sugiri Sancoko diamankan bersama sejumlah pihak lain dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di wilayah Jawa Timur pada hari ini, Jumat (7/11/2025).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi rencana pemindahan para pihak yang diamankan tersebut. "Pihak-pihak yang diamankan, rencana dibawa ke Jakarta besok. Salah satunya bupati," kata Budi kepada wartawan, Jumat (7/11/2025). Budi sebelumnya telah membenarkan bahwa KPK menggelar kegiatan tangkap tangan di Jawa Timur dan salah satu yang diamankan adalah bupati Ponorogo.

Profil Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko


Sugiri Sancoko merupakan putra asli Ponorogo, Jawa Timur yang lahir pada 26 Februari 1971. Ia dikenal sebagai seorang politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP. Sugiri Sancoko mengawali karier dengan menjadi wartawan dan pengusaha reklame. Kemudian, ia mulai tertarik dan terjun ke dunia politik.

Pada Pemilihan Legislatif 2009, ia mencoba peruntungan dengan mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur. Sugiri pun terpilih menjadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2009 hingga 2014 dan 2014 hingga 2015. Usai purna tugas sebagai Anggota DPRD, Sugiri kembali maju sebagai Bupati Ponorogo.

Namun, ia bersama Sukirno wakilnya saat itu tidak terpilih dalam Pemilihan Bupati Ponorogo 2015. Meski kalah di Pilbup 2015, semangat Sugiri untuk terus berjuang agar bisa menjadi Bupati Ponorogo tak kunjung habis. Sugiri kembali mencalonkan diri pada Pilkada 2020 sebagai calon Bupati, berpasangan dengan Lisdyarita sebagai calon wakil bupati. Ia pun berhasil meraih suara terbanyak dan berhasil menjadi orang nomor satu di Ponorogo pada 2021 hingga 2024.

Setelah itu, Sugiri kembali maju dan terpilih untuk kedua kalinya sebagai Bupati Ponorogo masa bakti 2025 hingga 2030.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan