
Kesepakatan Freeport untuk Melepas 12 Persen Saham ke Indonesia
CEO Danantara Rosan P Roeslani mengonfirmasi bahwa perusahaan Freeport Mc Moran telah menyetujui penjualan saham sebesar 12 persen kepada pemerintah Indonesia secara gratis atau tanpa biaya. Keputusan ini diumumkan setelah pertemuan antara Rosan dengan CEO Freeport Mc Moran, Kathleen Quirk, dan Chairman Richard Adkerson di Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu.
Rosan menyampaikan informasi tersebut dalam sebuah wawancara di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, pada Selasa (30/9/2025). Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut dilakukan secara langsung dengan pimpinan perusahaan, termasuk CEO dan pemilik Freeport Mc Moran.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Mereka (Freeport) sudah menyetujui untuk 12 persen (pelepasan saham untuk Indonesia). Kemarin saya juga berada di Amerika Serikat dan bertemu langsung dengan pimpinannya, termasuk CEO-nya dan owner-nya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Freeport akan memberikan saham sebesar 12 persen secara gratis. Sebelumnya, pemerintah Indonesia memiliki 51 persen saham di PT Freeport Indonesia. Dengan adanya kesepakatan ini, kepemilikan saham pemerintah meningkat menjadi 63 persen.
Proses Negosiasi yang Berhasil
Rosan menjelaskan bahwa kesepakatan ini merupakan hasil dari proses negosiasi antara pemerintah Indonesia dan Freeport Mc Moran. Awalnya, rencana pelepasan saham hanya sebesar 10 persen. Namun, melalui negosiasi yang berjalan baik, jumlah saham yang dilepas meningkat menjadi 12 persen.
“Alhamdulillah, kita mendapatkan 12 persen sekarang,” tambahnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah menyetujui penambahan saham Freeport lebih dari 10 persen. Bahkan, ia meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, untuk mempercepat komunikasi terkait proses penambahan saham tersebut.
Bahlil mengungkapkan bahwa Presiden meminta percepatan komunikasi agar proses penambahan saham dapat segera terealisasi. Ia menjelaskan bahwa jika kesepakatan tersebut sudah final, maka Freeport akan dipertimbangkan untuk melanjutkan kontrak kerja sama.
“Saya diminta untuk bisa melakukan komunikasi percepatan. Dan kalau itu sudah fix, Insha Allah Freeport akan kita pertimbangkan untuk melakukan kelanjutan daripada kontrak,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (15/9/2025).
Perkembangan Negosiasi yang Menyenangkan
Dalam rapat tersebut, Kepala Negara bertanya mengenai proses negosiasi. Bahlil menyampaikan bahwa negosiasi berjalan baik dengan rencana divestasi lebih dari 10 persen. Awalnya, kesepakatan hanya mencakup penambahan saham sebesar 10 persen. Namun, perkembangan negosiasi menunjukkan bahwa angka tersebut meningkat.
“Awalnya kita sepakat untuk penambahan saham 10 persen Freeport. Tapi tadi berkembang negosiasi yang Insha Allah katanya lebih dari itu,” jelas Bahlil.
Ia menambahkan, “Alhamdulillah, awalnya kan penambahan saham Freeport itu 10 persen. Perkembangan yang terjadi di atas 10 persen.”
Kepemilikan Saham yang Meningkat
Dengan penambahan saham sebesar 12 persen, kepemilikan pemerintah Indonesia di PT Freeport Indonesia kini mencapai 63 persen. Ini menjadi langkah penting dalam upaya pemerintah untuk meningkatkan kontrol atas sumber daya alam di dalam negeri.
Keputusan ini juga menunjukkan komitmen Freeport Mc Moran untuk bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam rangka membangun hubungan yang saling menguntungkan. Dengan demikian, proses hilirisasi dan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia akan semakin diperkuat.