Investasi Hilirisasi di Sulawesi Tengah Capai Rp110 Triliun
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) mencatat bahwa Sulawesi Tengah menjadi provinsi dengan nilai investasi terbesar di sektor hilirisasi pada tahun 2025. Nilainya mencapai sebesar Rp110 triliun. Hal ini menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam pengelolaan sumber daya alam dan pemanfaatannya secara optimal.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPKM, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa tingginya investasi di sektor hilirisasi memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah. Bahkan, pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ini berkat faktor hilirisasi yang juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Misalnya, di Sulawesi Tengah, saat ini pertumbuhan ekonomi nasional tercatat sebesar 5 persen. Wilayah ini mampu mencatatkan angka pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen,” ujar Rosan dalam konferensi pers di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta.
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Tengah Didorong oleh Dua Wilayah Utama
Rosan menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah didorong oleh dua wilayah utama, yaitu Morowali dan Morowali Utara. Kedua daerah ini didominasi oleh komoditas nikel, yang memicu hilirisasi dalam jumlah besar. Selain menciptakan lapangan kerja, hilirisasi juga meningkatkan perekonomian lokal.
“Investasi terkonsentrasi di dua daerah ini karena potensi sumber daya alam yang besar. Dengan hilirisasi, perekonomian Sulawesi Tengah meningkat tajam,” kata Rosan.

Maluku Utara Jadi Pemain Utama Investasi Hilirisasi
Selain Sulawesi Tengah, Maluku Utara juga menjadi provinsi dengan realisasi investasi hilirisasi terbesar kedua. Nilainya mencapai Rp74,8 triliun. Empat provinsi lain yang juga mencatatkan realisasi investasi hilirisasi besar adalah Jawa Barat dengan nilai Rp71,4 triliun, Banten Rp41,3 triliun, dan Jawa Timur dengan Rp36,7 triliun.
“Secara keseluruhan, provinsi Sulawesi Tengah dan Maluku Utara mendominasi sektor hilirisasi tahun ini,” ujar Rosan.

Realisasi Investasi Hilirisasi Tembus Rp584,1 Triliun
Secara keseluruhan, realisasi investasi di sektor hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 43,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan kinerja positif ini, pemerintah bertekad terus menggenjot hilirisasi komoditas ekspor sumber daya alam agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
“Ini nilai tambah yang kita mau capture di Indonesia. Kenapa mau kita capture? Karena memang dampak secara ekonomi berkali-kali lipat,” ujar Rosan.

Investasi Hilirisasi Lampaui Target
Investasi hilirisasi berhasil melampaui target yang ditetapkan. Total realisasi investasi sepanjang tahun 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun. Angka ini membuktikan bahwa upaya pemerintah dalam mempercepat proses hilirisasi telah memberikan hasil yang nyata dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar