
aiotrade.CO.ID - JAKARTA. Emiten pengelola jaringan ritel mini market Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) terus menggenjot ekspansi bisnis melalui penambahan gerai.
AMRT menargetkan pembukaan sekitar 800 gerai baru Alfamart di tahun 2026, sekaligus mengakselerasi penguatan layanan omnichannel, dengan fokus ekspansi utama di wilayah luar Pulau Jawa.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
General Manajer Corporate Communications AMRT, Rani Wijaya, mengatakan bahwa AMRT memandang prospek industri ritel pada tahun 2026 tetap berada dalam tren yang positif.
Perkembangan layanan digital dan perilaku belanja yang semakin mengedepankan kemudahan serta efisiensi membuka peluang bagi penguatan strategi layanan omnichannel.
Adaptasi terhadap pemanfaatan layanan digital dalam mendukung pemenuhan kebutuhan konsumen menjadi peluang bagi perseroan untuk mengoptimalkan layanan omnichannel yang semakin terintegrasi dan terkustomisasi.
"Preferensi konsumen yang semakin mengedepankan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi dalam berbelanja juga menjadi dorongan positif dalam penguatan strategi layanan perusahaan," kata Rani kepada aiotrade, Kamis (8/1/2026) lalu.
Di sisi lain, AMRT tetap mencermati dinamika dan ketidakpastian global. Untuk itu, Rani bilang AMRT akan terus mengedepankan optimalisasi operasional agar tetap adaptif dan berdaya saing di tengah perubahan pasar.
Dari sisi kinerja hingga September 2025 AMRT membukukan pendapatan Rp 94,47 triliun, tumbuh 7,09% YoY dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 88,21 triliun.
Sementara laba bersih tercatat Rp 2,31 triliun, turun 3,40% YoY dari posisi yang sama sebelumnya senilai Rp 2,39 triliun.