
Pencapaian Penting dalam Eksplorasi Migas
PT Pertamina (Persero) menunjukkan optimisme terhadap hasil eksplorasi yang dilakukan di wilayah kerja Pangkah, Jawa Timur. Proyek ini dikelola oleh PGN Saka, anak usaha dari Pertamina, dan diharapkan mampu memperkuat posisi perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyebut temuan minyak dan gas di sumur Sidayu 5 sebagai capaian penting dalam strategi eksplorasi migas nasional. Ia mengatakan bahwa keberhasilan ini tidak hanya memperkuat portofolio aset migas Pertamina sebagai holding migas nasional, tetapi juga akan menambah produksi di wilayah kerja Pangkah.
"Keberhasilan Sidayu 5 tidak hanya memperkuat portofolio aset migas Pertamina sebagai holding migas nasional, tetapi juga akan menambah produksi di wilayah kerja Pangkah," ujar Simon dalam keterangan video di akun Instagram resmi @PGNSaka seperti dikutip, Selasa (11/11/2025).
Simon menambahkan bahwa tambahan aset dan produksi dari PGN Saka akan berdampak positif bagi kinerja operasional Pertamina, sekaligus membantu menjaga stabilitas pasokan energi di dalam negeri. "Hasil eksplorasi ini juga mendukung upaya pemerintah mencapai target lifting migas nasional," katanya.
Pertamina menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa strategi eksplorasi masif yang dijalankan subholding hulu perusahaan berjalan di jalur yang tepat. Simon pun menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tim PGN Saka atas pencapaian tersebut.
Hasil Tes Produksi yang Menggembirakan
Sebelumnya, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengumumkan keberhasilan pengeboran Sumur SID-5 di Lapangan Sidayu, lepas pantai Jawa Timur. Ia menyebut hasil tes produksi (uji alir) menunjukkan potensi signifikan, dengan kemampuan menghasilkan 1.400 hingga 1.900 barrel minyak per hari (BOPD) serta gas ikutan sekitar 1 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Pengeboran dilakukan oleh Saka Indonesia Pangkah Ltd menggunakan anjungan Jack-Up Rig SinOcean Peace di perairan dangkal berkedalaman sekitar 41 kaki. Sumur ini dibor secara miring dengan profil S-type hingga mencapai kedalaman total 6.811 kaki, dan berhasil menembus lapisan reservoir minyak pada formasi batuan Kujung 1 Zona 2 dan Zona 3.
Menurut SKK Migas, keberhasilan ini merupakan hasil pembelajaran dari pengeboran sebelumnya di lapangan yang sama. Sumur SID-5 direncanakan segera diintegrasikan ke dalam sistem produksi agar memberikan kontribusi langsung terhadap lifting minyak nasional.
Langkah Strategis untuk Meningkatkan Produksi
Eksplorasi yang dilakukan oleh PGN Saka tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi minyak dan gas, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Dengan adanya tambahan produksi dari sumur Sidayu 5, Pertamina dapat meningkatkan kapasitas produksi nasional dan memenuhi target yang telah ditetapkan.
Selain itu, proyek ini juga menunjukkan komitmen Pertamina dalam menjalankan strategi eksplorasi yang berkelanjutan. Dengan penggunaan teknologi terkini dan pengalaman yang dimiliki, Pertamina mampu mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang ada di wilayah kerjanya.
Proses pengeboran dan pengujian produksi yang dilakukan di Sumur SID-5 menjadi contoh nyata dari kolaborasi antara perusahaan dan instansi terkait dalam mencapai tujuan bersama. Hal ini juga menunjukkan bahwa pertumbuhan industri migas di Indonesia tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi juga melibatkan banyak stakeholder.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meski telah mencapai beberapa pencapaian, Pertamina masih menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi produksi dan menghadapi perubahan kondisi geologis. Namun, dengan pengalaman yang dimiliki dan dukungan dari berbagai pihak, Pertamina yakin mampu menghadapi tantangan tersebut.
Selain itu, peluang untuk melakukan eksplorasi lebih lanjut di wilayah kerja Pangkah masih terbuka. Dengan adanya temuan baru, Pertamina dapat terus memperluas portofolio asetnya dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan energi, Pertamina juga berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengadopsi teknologi terbaru dalam operasionalnya. Hal ini akan membantu perusahaan dalam menghadapi persaingan global dan menjaga posisi sebagai salah satu perusahaan migas terbesar di Indonesia.