
LUMAJANG, aiotrade
Banjir yang melanda Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, telah mengakibatkan setidaknya 400 rumah terendam air. Kejadian ini terjadi pada Sabtu (25/10/2025), setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Jumat (24/10/2025) malam.
Berdasarkan pantauan, genangan air mencapai ketinggian sekitar 90 sentimeter, sehingga mengganggu aktivitas warga. Jalan-jalan utama dan halaman rumah warga juga terendam. Bahkan, beberapa genangan air masuk ke dalam rumah, membuat kondisi semakin memprihatinkan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Banjir disebabkan oleh meluapnya Sungai Banter yang tidak mampu menampung debit air akibat curah hujan yang tinggi. Yunus, salah satu warga Desa Sidorejo, menjelaskan bahwa banjir mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Saat itu, warga yang sedang beristirahat terpaksa melakukan tindakan darurat untuk menyelamatkan perabotan rumah tangga.
"Banjir datang tiba-tiba jam 3 malam tadi, semua langsung bangun dan berusaha menyelamatkan barang, terutama yang elektronik agar tidak terkena air," ujar Yunus saat ditemui di Desa Sidorejo pada pagi hari.
Sementara itu, Yudhi Cahyono, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan terkait dampak banjir. Termasuk dalam pendataan tersebut adalah kebutuhan mendesak warga yang terdampak banjir.
"Kami masih dalam proses assessment, dan dari data yang terkumpul, sebanyak 400 rumah terendam air. Salah satu kebutuhan mendesak adalah makanan, karena sebagian warga tidak bisa memasak akibat banjir," jelas Yudhi.
Hingga berita ini ditayangkan, genangan air masih belum surut. Warga terus berupaya untuk membersihkan rumah mereka dan mengambil langkah-langkah pencegahan lebih lanjut. BPBD juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan bantuan darurat kepada masyarakat yang terdampak.
Penyebab Banjir
Beberapa faktor yang menjadi penyebab banjir di Desa Sidorejo antara lain:
Curah hujan yang sangat tinggi pada malam hari
Meluapnya Sungai Banter yang tidak mampu menampung debit air
* Kurangnya sistem drainase yang memadai di sekitar daerah permukiman
Dampak yang Terjadi
Dampak banjir yang dirasakan oleh warga Desa Sidorejo meliputi:
400 rumah terendam air dengan ketinggian hingga 90 sentimeter
Aktivitas warga terganggu karena jalan dan halaman rumah tergenang
Beberapa genangan air masuk ke dalam rumah, menyebabkan kerusakan pada perabotan rumah tangga
Kebutuhan mendesak seperti makanan dan perlengkapan dasar meningkat
Upaya Pemulihan
Pemerintah dan BPBD Lumajang sedang melakukan upaya pemulihan dengan:
Melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak banjir
Menyalurkan bantuan darurat seperti makanan dan perlengkapan dasar
Memastikan kebersihan lingkungan dan pengeringan genangan air
Mengimbau warga untuk tetap waspada dan menghindari area rawan banjir
Selain itu, warga juga diminta untuk tetap menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta segera melaporkan kondisi darurat jika diperlukan. Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan ancaman banjir yang masih bisa terjadi dalam waktu dekat.