Sungai Keruh Jebol, Warga 4 Dukuh di Brebes Terisolasi 4 Hari

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 14x dilihat
Sungai Keruh Jebol, Warga 4 Dukuh di Brebes Terisolasi 4 Hari
Sungai Keruh Jebol, Warga 4 Dukuh di Brebes Terisolasi 4 Hari

Empat Dukuh di Desa Adisana Terisolasi Akibat Jebolnya Tanggul Sungai Keruh

Empat dukuh di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes terisolasi sejak Sabtu 8 November 2025 malam. Penyebabnya adalah jebolnya tanggul Sungai Keruh yang mengakibatkan jalan utama desa berubah menjadi aliran sungai. Hingga Rabu 12 November 2025 pagi, jalan masih tergenang dengan arus yang deras. Kondisi ini menyebabkan akses transportasi warga di Dukuh Kweni, Sidamukti, Baruamba, dan Baru Untung terputus.

Warga Tidak Berani Keluar Rumah

Mujib, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa kehidupan sehari-hari mereka terganggu total. Ia dan ratusan warga lainnya tidak berani menembus genangan karena khawatir terseret arus. "Kami tidak bisa keluar karena takut terseret arus," ujarnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Aktivitas ekonomi warga juga terganggu. Mereka tidak bisa pergi ke kantor desa, pasar, atau pusat Kecamatan Bumiayu untuk urusan administrasi dan mencari nafkah. Hal ini memperparah kesulitan hidup mereka di tengah situasi yang tidak pasti.

Kronologi Jebolnya Tanggul

Kepala Desa Adisana, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa banjir bermula dari jebolnya tanggul Sungai Keruh di wilayah Penggarutan pada Sabtu malam. Air sungai yang meluap langsung menggenangi areal persawahan, jalan desa, hingga beberapa rumah warga. "Tanggul Sungai Keruh jebol, air langsung masuk ke permukiman," kata Ahmad Yani.

Luapan air tersebut tidak surut karena volume air sungai yang terus tinggi akibat hujan deras beberapa hari terakhir. Sistem drainase desa juga tidak mampu menampung debit air yang besar. Hal ini memperparah kondisi banjir yang terjadi di wilayah tersebut.

Upaya Penanganan Belum Maksimal

Pihak desa bersama warga sudah melakukan upaya penanganan darurat. Mereka berusaha menutup bagian tanggul yang jebol dengan karung pasir dan material seadanya. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal. Tekanan air sungai yang kuat membuat perbaikan darurat sulit dilakukan.

Ahmad Yani berharap Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah turun tangan segera. "Kami berharap Dinas PSDA Provinsi Jawa Tengah segera melakukan perbaikan agar banjir tidak terus berulang," ujarnya.

Ancaman Banjir Berulang

Kepala desa mengingatkan bahwa jika tanggul tidak segera diperbaiki secara permanen, banjir berpotensi terjadi berulang kali. Setiap kali hujan deras turun, warga Desa Adisana akan kembali menghadapi ancaman isolasi dan kerugian material. Kondisi ini sangat mencemaskan mengingat musim hujan masih akan berlangsung beberapa bulan ke depan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan tim PSDA Jawa Tengah akan melakukan perbaikan tanggul Sungai Keruh. Warga berharap penanganan segera dilakukan sebelum banjir semakin meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan