Suntikan Danantara Angkat Saham Garuda ke Rekor Tahun Ini

admin.aiotrade 10 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Suntikan Danantara Angkat Saham Garuda ke Rekor Tahun Ini

Peningkatan Harga Saham Garuda Indonesia

Harga saham PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) mengalami peningkatan signifikan seiring dengan rencana suntikan dana dari Danantara melalui mekanisme private placement. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham GIAA telah naik sebesar 9,52% menjadi Rp115 per lembar pada perdagangan sesi pertama hari ini, Jumat (10/10/2025). Harga ini menjadi yang tertinggi sepanjang tahun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam seminggu terakhir, harga saham GIAA telah meningkat sebesar 49,35%. Selain itu, sejak perdagangan perdana 2025, harga saham GIAA telah melonjak hingga 109,09%. Peningkatan ini terjadi karena perseroan sedang mempersiapkan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Rencana Private Placement oleh Danantara

Private placement GIAA akan dilakukan oleh PT Danantara Asset Management (Persero) melalui dua skema. Pertama, setoran modal dalam bentuk uang tunai. Kedua, konversi pinjaman pemegang saham (shareholder loan/SHL) menjadi saham baru. Total dana yang direncanakan mencapai US$1,84 miliar atau Rp30,31 triliun (kurs Rp16.421 per dolar AS).

Secara rinci, Danantara akan menyetor modal tunai sebanyak-banyaknya US$1,44 miliar atau Rp23,66 triliun dan melakukan konversi SHL menjadi saham baru sebesar US$405 juta atau Rp6,65 triliun. Sebelum pelaksanaan private placement, GIAA akan meminta persetujuan pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 12 November 2025.

Tujuan dan Dampak Private Placement

Menurut keterbukaan informasi, tujuan dari private placement adalah untuk memperbaiki nilai ekuitas secara konsolidasi, memperkuat likuiditas, serta mengurangi liabilitas. Selain itu, perbaikan kondisi keuangan diharapkan dapat mendukung kelangsungan usaha perseroan di masa depan.

Kinerja keuangan GIAA saat ini masih menghadapi beberapa masalah seperti ekuitas negatif dan kerugian. Aset GIAA mencapai US$6,51 miliar pada periode yang berakhir 30 Juni 2025, sementara liabilitas mencapai US$8,01 miliar. Alhasil, ekuitas negatif GIAA mencapai US$1,49 miliar. Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$143,7 juta atau Rp2,33 triliun pada semester I/2025.

Analisis dari Tim Riset Kiwoom Sekuritas

Tim Riset Kiwoom Sekuritas menilai bahwa private placement GIAA memberikan dampak positif, antara lain perbaikan ekuitas, likuiditas, dan solvabilitas. Namun, perbaikan laba tetap bergantung pada eksekusi operasional dan kondisi pasar. Risiko eksekusi dan dilusi besar akibat penerbitan saham baru juga menjadi perhatian.

Investor ritel disarankan untuk menunggu kepastian hasil RUPSLB dan realisasi setoran kas atau konversi, serta bukti perbaikan indikator operasional seperti load factor, ketepatan waktu, yield, dan rencana armada atau rute.

Pandangan Pengamat BUMN

Pengamat BUMN Next Indonesia Center, Herry Gunawan, menyatakan bahwa beban keuangan Garuda Indonesia terutama berasal dari sewa pesawat dan utang. Ia menyarankan agar masalah ini diselesaikan bersama Danantara sebagai pemegang saham, misalnya dengan negosiasi dengan penyedia pesawat maupun kreditur agar dapat keringanan.

Restrukturisasi kewajiban keuangan dan tambah modal dianggap penting untuk menyelesaikan masalah di GIAA. Selanjutnya, Garuda Indonesia perlu melakukan restrukturisasi total model bisnisnya, fokus pada operator penerbangan, dan melepas anak-anak usaha di bidang katering atau hotel. Dengan demikian, Garuda bisa membangun ekosistem yang lebih baik, berbagi risiko, dan mendukung bisnis swasta termasuk UMKM.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan