Superbank (SUPA) melantai di BEI, oversubscribed 318 kali

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 14x dilihat
Superbank (SUPA) melantai di BEI, oversubscribed 318 kali


PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) secara resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Initial Public Offering (IPO) pada hari ini, Rabu (17/12). SUPA menjadi perusahaan ke-26 yang melantai di BEI pada tahun 2025. Perusahaan ini bergerak dalam bidang perbankan digital. Saat pencatatan perdana, saham SUPA mengalami kenaikan sebesar 24,41 persen atau 155 poin, dengan harga mencapai Rp 790.

Superbank menetapkan harga penawaran umum perdana sebesar Rp 635 per saham, dan melepas 4,4 miliar saham baru, yang setara dengan 13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Melalui aksi korporasi ini, Superbank berhasil mengumpulkan dana segar sebesar Rp 2,79 triliun, yang akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

IPO Superbank tercatat oversubscribed hingga 318,69 kali, dengan jumlah permintaan investor yang mencapai lebih dari 1 juta order. Presiden Direktur Superbank, Tigor Siahaan, menyampaikan bahwa hari ini bukan sekadar listing, tetapi juga merupakan langkah menuju kepercayaan. Ia menjelaskan bahwa saat perusahaan mengakuisisi bank tersebut pada 2021-2022, mereka mendapatkan izin OJK untuk bertransformasi menjadi bank digital. Hal ini didukung oleh shareholders dan tentu saja karyawan dari Superbank sendiri.

Dalam prospektusnya, Superbank merinci penggunaan dana IPO dalam dua kategori utama. Sekitar 70 persen dari dana tersebut akan digunakan sebagai modal kerja dalam rangka memperluas penyaluran kredit. Sisanya, sekitar 30 persen, akan dialokasikan untuk belanja modal perseroan yang akan dilakukan secara bertahap mulai dari tahun 2026 hingga 5 tahun ke depan.

Secara rinci, Superbank menggunakan uang IPO untuk pendanaan, pembiayaan, dan sistem pembayaran dengan fokus pada solusi digital bagi ritel dan UMKM. Hal ini didukung oleh pengembangan teknologi informasi (IT), melalui investasi pada infrastruktur, sistem operasional, kecerdasan buatan (AI) & data analytics, serta peningkatan cybersecurity.

Aksi IPO Superbank dikawal oleh empat perusahaan sekuritas yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek, yaitu PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT Sucor Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Selain itu, ada dua tambahan yaitu Bahana Sekuritas dan Korea Investment and Sekuritas Indonesia.

Strategi Ekspansi dan Pengembangan Teknologi

Penggunaan dana IPO yang besar menunjukkan komitmen Superbank untuk memperkuat posisinya di pasar perbankan digital. Berikut adalah beberapa strategi utama yang akan diterapkan:

  • Peningkatan Kapasitas Kredit
    Dana yang dialokasikan untuk modal kerja akan digunakan untuk memperluas penyaluran kredit kepada nasabah ritel dan UMKM. Ini akan membantu meningkatkan pangsa pasar dan memperkuat hubungan dengan pelanggan.

  • Investasi dalam Infrastruktur Digital
    Superbank akan menginvestasikan dana untuk membangun infrastruktur digital yang lebih kuat, termasuk sistem operasional yang lebih efisien dan aman.

  • Pengembangan Teknologi Informasi (IT)
    Dengan fokus pada AI dan data analytics, Superbank akan meningkatkan kemampuan analisis data untuk memberikan layanan yang lebih personal dan efektif kepada nasabah.

  • Peningkatan Keamanan Siber
    Investasi dalam cybersecurity akan memastikan bahwa data nasabah tetap aman dan tidak rentan terhadap ancaman siber.

Peran Penjamin Pelaksana Emisi

Selain empat perusahaan sekuritas utama, Superbank juga bekerja sama dengan dua tambahan, yaitu Bahana Sekuritas dan Korea Investment and Sekuritas Indonesia. Keterlibatan para penjamin pelaksana emisi ini menunjukkan dukungan kuat dari industri keuangan terhadap rencana ekspansi dan transformasi digital Superbank.

Kolaborasi ini akan memastikan bahwa IPO berjalan lancar dan semua aspek regulasi serta keuangan dipenuhi sesuai standar yang berlaku. Dengan dukungan penuh dari para penjamin pelaksana emisi, Superbank siap mempercepat pertumbuhannya dan memperkuat posisi sebagai salah satu bank digital terkemuka di Indonesia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan