
Fenomena Cuaca Panas Ekstrem di Surabaya
Cuaca panas ekstrem yang terjadi di Kota Surabaya dan sekitarnya belakangan ini menjadi perhatian masyarakat. Pada siang hari, antara pukul 11.00 hingga 14.00 WIB, suhu bisa mencapai 37° celcius. Hal ini menimbulkan keluhan dari warga, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Beberapa akun media sosial membagikan meme yang menunjukkan jam dinding dengan angka 6, 7, 8, dan 12. Meme ini menggambarkan bahwa setelah pukul 8 pagi, panas di Surabaya terasa seperti pukul 12 siang. Gambar ini menjadi simbol kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi cuaca yang semakin tidak nyaman.
Penjelasan Ahli Klimatologi
Menurut Prof. Erma Yulihastin, peneliti klimatologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), fenomena cuaca panas ekstrem ini disebut dengan istilah hot spell. Menurutnya, hot spell terjadi ketika suhu melebihi 35° celcius selama tiga hari berturut-turut. Jika suhu melebihi 37° celcius, maka kondisi tersebut dianggap ekstrem.
"Sebenarnya ini fenomena hot spell ya, karena terjadi cuaca panas di atas 35° celcius selama tiga hari berturut-turut. Kalau di atas 37° celcius maka ekstrem, sederhananya begitu," ujarnya kepada aiotrade, Senin (20/10).
Namun, jika cuaca panas ekstrem ini berlangsung lebih dari lima hari, maka kondisi tersebut bukan lagi hot spell, melainkan heat wave lokal di area Surabaya Raya. Menurut Prof. Erma, heat wave biasanya menjangkau wilayah yang luas, misalnya dari utara ke selatan. Namun, dalam kasus ini, heat wave hanya terjadi secara lokal di Jawa Timur bagian utara.
Pengaruh Perubahan Iklim
Prof. Erma menilai bahwa cuaca panas ekstrem yang melanda Surabaya dan sekitarnya merupakan efek langsung dari perubahan iklim. Ia menyatakan bahwa dampak perubahan iklim kini semakin terasa nyata.
"Sudah terbukti sekarang, bisa dirasakan sendiri (dampak perubahan iklim). Saya juga meyakini bahwa ini ada kontribusi dari memanasnya suhu permukaan laut," jelasnya.
Proses memanasnya suhu permukaan laut ini memperparah hot spell di Jawa Timur. Angin monsoon dari Australia yang dominan bersifat kering juga turut berkontribusi. Ketika angin ini bertemu dengan permukaan laut yang panas dan tidak membawa kelembapan, suhu akan semakin tinggi dan kering.
"Meskipun mendung, tapi belum cukup untuk bisa mendatangkan hujan," tambahnya.
Saran untuk Mengurangi Dampak
Prof. Erma berharap pemerintah daerah tidak abai terhadap cuaca panas ekstrem yang terjadi. Ia menyarankan langkah-langkah sederhana untuk mengurangi dampaknya, seperti menanam pohon dan memperbanyak ruang hijau.
Langkah-langkah ini dapat membantu mengurangi suhu lingkungan dan meningkatkan kualitas udara. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan saat menghadapi cuaca ekstrem.
Kesimpulan
Cuaca panas ekstrem di Surabaya dan sekitarnya menjadi peringatan bagi masyarakat dan pemerintah. Dengan adanya perubahan iklim, kondisi seperti ini kemungkinan akan semakin sering terjadi. Oleh karena itu, penting untuk segera mengambil langkah-langkah preventif agar dampaknya dapat diminimalkan.