Surabaya Menggigil! Suhu Tembus 37°, BRIN Ungkap Penyebabnya

admin.aiotrade 20 Okt 2025 2 menit 17x dilihat
Surabaya Menggigil! Suhu Tembus 37°, BRIN Ungkap Penyebabnya

Fenomena Cuaca Panas Ekstrem di Surabaya dan Sekitarnya

Cuaca panas ekstrem yang terjadi di Kota Surabaya dan sekitarnya belakangan ini menjadi perhatian masyarakat. Pada siang hari, khususnya antara pukul 11.00 hingga 14.00 WIB, suhu bisa mencapai 37° celcius. Hal ini menimbulkan keluhan dari warga setempat, terutama karena intensitas panas yang sangat tinggi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Beberapa akun media sosial memposting meme yang menunjukkan jam dinding dengan angka 6, 7, 8, dan 12. Meme ini menggambarkan bahwa setelah pukul 8 pagi, panas di Surabaya terasa seperti pukul 12 siang. Tampilan ini menjadi bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kondisi cuaca yang tidak nyaman.

Penjelasan Ahli Klimatologi

Prof. Erma Yulihastin, peneliti klimatologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menjelaskan bahwa fenomena cuaca panas ekstrem yang melanda Surabaya disebut sebagai hot spell. Menurutnya, hot spell terjadi ketika suhu melebihi 35° celcius selama tiga hari berturut-turut. Jika suhu mencapai 37° celcius atau lebih, maka kondisi tersebut dikategorikan sebagai ekstrem.

"Sebenarnya ini fenomena hot spell ya, karena terjadi cuaca panas di atas 35° celcius selama tiga hari berturut-turut. Kalau di atas 37° celcius maka ekstrem, sederhananya begitu," ujar Prof. Erma kepada aiotrade.app, Senin (20/10).

Namun, jika cuaca panas ekstrem berlangsung selama lebih dari lima hari, maka kondisi ini bukan lagi hot spell, melainkan heat wave lokal di area Surabaya Raya. Heat wave biasanya menjangkau wilayah yang lebih luas, tetapi dalam kasus ini, panas hanya menjalar di area Jawa Timur bagian utara.

Pengaruh Perubahan Iklim

Ahli klimatologi lulusan ITB ini menilai bahwa cuaca panas ekstrem yang terjadi saat ini merupakan efek langsung dari perubahan iklim yang semakin terasa nyata. "Kan sudah terbukti sekarang, bisa dirasakan sendiri (dampak perubahan iklim). Saya juga meyakini bahwa ini ada kontribusi dari memanasnya suhu permukaan laut," jelas Prof. Erma.

Proses memanasnya suhu permukaan laut ini memperparah hot spell di Jawa Timur, sehingga suhunya lebih tinggi dibanding daerah lain. Angin monsoon dari Australia yang dominan bersifat kering juga turut berkontribusi. Ketika angin ini bertemu dengan permukaan laut yang panas dan tidak membawa kelembapan, suhu menjadi sangat panas dan kering.

"Meskipun mendung, tapi belum cukup untuk bisa mendatangkan hujan," tambahnya.

Langkah yang Diharapkan

Prof. Erma berharap pemerintah daerah tidak abai terhadap cuaca panas ekstrem yang terjadi. Ia menyarankan langkah sederhana untuk mengurangi dampaknya, seperti menanam pohon dan memperbanyak ruang hijau. Tindakan ini dapat membantu menurunkan suhu lingkungan dan memberikan perlindungan terhadap warga.

Dengan adanya upaya pencegahan dan mitigasi, masyarakat dapat lebih siap menghadapi cuaca ekstrem yang terus meningkat seiring perubahan iklim.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan