
Di Balik Artis Dunia.CO.ID-JAKARTA
Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi selama enam bulan ke depan pada April 2026 masih berada di zona optimistis. Namun, tingkat optimisme tersebut mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) pada April 2026 mencapai level 129,6, turun dari 130,4 pada Maret 2026.
Tren pelemahan ini sudah terjadi sejak awal tahun, dengan IEK pada Januari 2026 mencapai 138,8. Meskipun demikian, angka tersebut masih berada di atas 100, yang menandakan bahwa masyarakat tetap memiliki harapan positif terhadap kondisi ekonomi jangka pendek.
Beberapa komponen utama dalam IEK mengalami penurunan, termasuk ekspektasi penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan kegiatan usaha. Indeks ekspektasi penghasilan pada April 2026 berada di level 136,9, turun dari 137,7 pada Maret 2026. Sementara itu, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja menurun menjadi 127,7 dari 128,0, dan ekspektasi kegiatan usaha turun menjadi 124,1 dari 125,5.
Perbandingan dengan awal tahun menunjukkan penurunan yang lebih dalam. Pada Januari 2026, indeks ekspektasi penghasilan mencapai 146,6, ekspektasi kegiatan usaha 135,5, dan ekspektasi lapangan kerja 135,1. Hal ini menunjukkan bahwa meski optimisme masih terjaga, momentumnya mulai melemah dalam beberapa bulan terakhir.
Secara geografis, sebagian besar kota mencatat penurunan IEK. Kota-kota dengan penurunan terdalam adalah Bandung, Mataram, dan Banjarmasin. Di sisi lain, beberapa kota seperti Semarang, Bandar Lampung, dan Surabaya mencatat peningkatan optimisme.
Dari segi kelompok pengeluaran, persepsi terhadap ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan meningkat pada kelompok pengeluaran Rp 3,1 juta-Rp 4 juta, Rp 4,1 juta-Rp 5 juta, dan di atas Rp 5 juta. Masing-masing kelompok mencatat indeks sebesar 134,6, 141,4, dan 141,1. Sementara kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan indeks.
Dari sisi usia, ekspektasi penghasilan tertinggi tercatat pada kelompok usia 20-30 tahun dengan indeks sebesar 141,0. Prakiraan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja enam bulan mendatang masih berada di zona optimistis pada seluruh tingkat pendidikan, meski mayoritas kelompok mengalami penurunan indeks dibandingkan bulan sebelumnya.
Ekspektasi ketersediaan lapangan kerja meningkat pada kelompok usia 20-30 tahun dan 51-60 tahun dengan indeks masing-masing sebesar 135,4 dan 129,0. Di sisi lain, ekspektasi konsumen terhadap perkembangan kegiatan usaha juga tetap kuat pada seluruh kelompok pengeluaran. Indeks tertinggi tercatat pada kelompok pengeluaran Rp 4,1 juta-Rp 5 juta sebesar 129,2.
Berdasarkan kelompok usia, seluruh indeks ekspektasi kegiatan usaha masih berada di zona optimistis, meski sebagian besar kelompok mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa meski ada penurunan, optimisme konsumen secara umum masih terjaga.