Survei Deposito Digital Jadi Pilihan Saat Ekonomi Sulit

admin.aiotrade 10 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Survei Deposito Digital Jadi Pilihan Saat Ekonomi Sulit

Tren Pengelolaan Dana Masyarakat Indonesia di Tengah Dinamika Ekonomi

Di tengah situasi ekonomi yang terus berubah dan biaya hidup yang meningkat, masyarakat Indonesia kini lebih hati-hati dalam mengelola dana mereka. Hal ini terutama terlihat pada penggunaan tabungan dan deposito digital. Data dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan tabungan dengan nominal di bawah Rp100 juta hanya mencapai 4,76% (YoY), sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun lalu (4,89%). Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia juga turut memengaruhi keputusan masyarakat untuk menahan penempatan dana pada produk tabungan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Hansal Savla, Managing Director Ipsos Indonesia, menyampaikan bahwa tabungan serta deposito tetap menjadi instrumen yang dianggap mampu memberikan perlindungan nilai dana sekaligus imbal hasil yang stabil. Tren ini sejalan dengan hasil riset dalam laporan Ipsos Cost of Living 2025, yang mencatat bahwa hanya 25% masyarakat Indonesia merasa kondisi finansial mereka berada pada kategori “doing alright” atau dalam kondisi cukup baik. Kondisi ini membuat masyarakat semakin cermat dalam memilih layanan dan platform penyimpanan dana.

Survei Mengungkap Preferensi Masyarakat Terhadap Layanan Digital

Dalam rangka memahami preferensi masyarakat terhadap layanan tabungan dan deposito digital, Ipsos melakukan survei yang menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia kini semakin memprioritaskan keamanan, stabilitas aplikasi, kemudahan pencairan dana, hingga efisiensi biaya layanan dalam memilih platform tabungan hingga deposito digital. Survei ini melibatkan 300 responden di Indonesia dan menilai persepsi pengguna terhadap sejumlah aplikasi bank digital yang terus berkembang di pasar.

Hasil survei ini menunjukkan bahwa faktor keamanan dan keuntungan produk tabungan dan deposito menjadi pertimbangan utama bagi para responden. Pada kategori produk deposito yang dinilai aman dan menguntungkan, SeaBank unggul dengan 39%, diikuti oleh Bank Jago (30%), Neobank (29%), Allo Bank (19%), dan Superbank (15%).

Selain deposito, kemudahan pencairan bunga tabungan juga menjadi indikator penting lainnya. SeaBank kembali menjadi pilihan terbesar responden (46%) karena kemudahan pencairan bunga harian sehingga memberikan fleksibilitas bagi nasabah. Disusul oleh Bank Jago (31%), Neobank (25%), Allo Bank (16%), dan Superbank (15%).

Hansal Savla menyampaikan dari survei tersebut, terlihat jelas bahwa di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, masyarakat semakin menempatkan keamanan dan stabilitas sebagai prioritas utama dalam mengelola dana mereka. "Kemudahan pencairan, baik untuk tabungan maupun deposito, juga menjadi faktor kunci yang memengaruhi keputusan dalam memilih layanan digital," imbuhnya.

Aspek Biaya Layanan Menjadi Faktor Penting

Meningkatnya kesadaran finansial di kalangan masyarakat juga membuat aspek biaya layanan menjadi faktor yang turut diperhatikan. Promo bebas biaya admin misalnya, menjadi salah satu alasan utama dalam memilih layanan perbankan digital. Pada aspek ini, kembali dipimpin oleh SeaBank (47%), diikuti oleh Bank Jago (33%), Neobank (26%), Superbank (15%), dan Allo Bank (11%).

Performa pada aplikasi bank digital yang stabil (mudah diakses dan jarang eror), dan mudah digunakan untuk aktivitas keuangan harian secara konsisten menjadi faktor yang penting bagi masyarakat. Survei ini juga menemukan bahwa mayoritas pengguna bank digital—khususnya Gen Z dan Milenial—paling sering menggunakan aplikasi bank digital mereka untuk transfer, top-up e-wallet, dan pembayaran QRIS, disusul dengan tabungan, hingga penggunaan produk deposito.

Perubahan Preferensi Akibat Generasi Muda

Hansal melihat generasi pengguna yang lebih muda mendorong perubahan preferensi dalam layanan keuangan. Mereka mengutamakan kepraktisan dan kecepatan, termasuk dalam mengelola tabungan secara digital. "Selain keamanan, platform yang mampu memberikan pengalaman yang lancar dan praktis akan lebih diunggulkan," tuturnya.

Dengan meningkatnya jumlah pemain di industri perbankan digital, temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin matang dalam mengevaluasi layanan finansial. Preferensi yang semakin beragam namun tetap berfokus pada keamanan, stabilitas, dan efisiensi, menjadi sinyal penting bagi pelaku industri untuk terus memperkuat kualitas layanan sekaligus membangun kepercayaan jangka panjang pengguna.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan