
Saham VKTR Melemah Setelah Bursa Efek Indonesia Membuka Suspensi
Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) mengalami penurunan pada hari pertama perdagangan setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka suspensinya. Pada awal sesi perdagangan, saham VKTR turun sebesar 2,59% menjadi Rp226 per lembar. Penurunan ini tercatat hingga pukul 09.35 WIB.
Dalam satu bulan terakhir, saham VKTR naik sebesar 101,79%, sementara dalam tahun 2025, kenaikan saham tersebut mencapai 75,19%. Sebanyak 23,78 juta lembar saham VKTR diperdagangkan dengan total nilai transaksi mencapai Rp5,43 miliar. Saat ini, kapitalisasi pasar VKTR berada di angka Rp9,89 triliun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sebelumnya, BEI melakukan suspensi perdagangan atas saham VKTR pada tanggal 30 September 2025. Keputusan ini diambil karena adanya peningkatan harga yang signifikan pada saham PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA). Dalam pengumumannya, BEI menyatakan bahwa suspensi dilakukan sebagai langkah perlindungan bagi investor.
Penghentian sementara perdagangan saham VKTR di pasar reguler dan pasar tunai mulai dibuka kembali pada sesi I perdagangan, Rabu (1/10/2025). Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk memastikan stabilitas pasar dan melindungi para pemangku kepentingan.
Kinerja Finansial VKTR Semester I/2025
Dari segi kinerja keuangan, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) mencatatkan penurunan laba bersih meskipun penjualan meningkat pada semester I/2025. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2025, penjualan neto VKTR mencapai Rp414,03 miliar, meningkat 1,23% dibandingkan penjualan bersih Rp408,99 miliar pada semester I/2024.
Namun, di sisi bawah, laba neto yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk VKTR turun sebesar 68,68% YoY dari Rp15,11 miliar menjadi Rp4,73 miliar. Penyebab utamanya adalah penjualan kendaraan listrik yang masih terbatas pada paruh pertama tahun ini.
Menurut data perseroan, pertumbuhan pendapatan terjadi meskipun kondisi pasar otomotif nasional belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Manajemen VKTR menyatakan bahwa sebagian besar pengiriman unit kendaraan listrik akan terjadi pada semester II/2025.
Visi dan Strategi VKTR di Sektor Kendaraan Listrik
Direktur Utama VKTR, Gilarsi W. Setijono, menyampaikan bahwa penguatan kehadiran perseroan di sektor kendaraan listrik bukan hanya langkah bisnis, tetapi juga bagian dari komitmen untuk memberikan solusi berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa VKTR siap tumbuh bersama pasar yang terus berkembang, dengan fokus pada diversifikasi produk di masa depan.
Dengan tetap agile dan responsif terhadap perubahan, VKTR berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik bagi pelanggan. Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.