Swedia Persiapkan Stok Pangan, Tanda Kesiapan Perang?

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 37x dilihat
Swedia Persiapkan Stok Pangan, Tanda Kesiapan Perang?

Swedia Membangun Cadangan Pangan Nasional untuk Memperkuat Ketahanan Logistik

Pemerintah Swedia telah mengambil langkah penting dengan membangun cadangan pangan nasional untuk pertama kalinya sejak berakhirnya Perang Dingin. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan logistik negara, terutama dalam menghadapi meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya dengan Rusia.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dana sebesar 575 juta kronor (sekitar Rp 995 miliar) dialokasikan untuk membangun fasilitas penyimpanan biji-bijian darurat. Fokus utama pembangunan tersebut berada di wilayah utara Swedia yang dianggap memiliki peran strategis bagi pertahanan nasional. Menurut Menteri Pertahanan Sipil Swedia, Carl-Oskar Bohlin, risiko Swedia terputus sepenuhnya sangat rendah, tetapi terganggunya rantai pasokan dengan konsekuensi besar dan tak terduga jika terjadi perang atau konflik lebih mungkin terjadi.

Meskipun tidak secara eksplisit menyebut Rusia dalam pernyataannya, keputusan ini muncul di tengah kekhawatiran yang meningkat terhadap ancaman keamanan dari Moskwa. Sejak resmi bergabung dengan NATO pada 2024, Swedia menjadi salah satu negara paling vokal memperingatkan ancaman Rusia, khususnya terkait invasi yang masih berlangsung di Ukraina.

Beberapa bulan terakhir, serangan drone yang diduga berasal dari Rusia telah terdeteksi di wilayah udara Polandia, Jerman, Denmark, dan Norwegia. Bahkan, Estonia mengaktifkan Pasal 4 NATO setelah menyatakan wilayah udaranya dilanggar oleh pesawat Rusia.

Cadangan pangan Swedia akan disimpan di empat wilayah utara, yaitu Norrbotten, Västerbotten, Västernorrland, dan Jämtland. Wilayah-wilayah tersebut selama ini bergantung pada pasokan dari selatan yang dinilai rentan jika terjadi gangguan distribusi saat krisis. Pemerintah menugaskan Dewan Pertanian Swedia untuk mengelola penyimpanan biji-bijian, agar tidak mengganggu pasar dan menghindari kelangkaan.

Cadangan tersebut ditargetkan mencukupi kebutuhan 95 persen penduduk Swedia selama tiga bulan, dengan rata-rata asupan 3.000 kalori per orang per hari. Badan Kontingensi Sipil Swedia (MSB) telah merilis daftar bahan pangan yang disarankan untuk disimpan oleh warga sebagai persiapan darurat. Daftar tersebut meliputi makanan tinggi lemak dan protein serta tahan lama, seperti:

  • Daging atau ikan kering
  • Selai
  • Cokelat
  • Kentang tumbuk instan
  • Susu bubuk
  • Biskuit

Menurut Oskar Qvarfort, petugas perencanaan darurat di Badan Pangan Swedia, dalam skenario perang, orang-orang akan lebih aktif secara fisik dibandingkan dalam keadaan normal.

Langkah Swedia mendapat perhatian dari sejumlah negara Eropa. Komisi Eropa bahkan telah mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat di Uni Eropa memiliki persediaan makanan darurat minimal untuk 72 jam, dalam menghadapi krisis besar seperti perang atau pandemi.

Sementara itu, Uni Eropa tengah menggodok pembangunan “tembok drone” di perbatasan timur Eropa sebagai bagian dari pertahanan udara terhadap potensi serangan Rusia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan