Tabrakan atau Dipukul? 2 Skenario Kematian Iko Mahasiswa Unnes Diungkap Kembali

admin.aiotrade 01 Okt 2025 4 menit 18x dilihat
Tabrakan atau Dipukul? 2 Skenario Kematian Iko Mahasiswa Unnes Diungkap Kembali

Suasana Haru dan Tegang di Jalan Veteran, Semarang

Pada Rabu (1/10/2025) siang, suasana haru dan tegang menghiasi Jalan Veteran, Semarang. Di samping dinding tinggi Markas Polda Jawa Tengah, dua skenario yang saling bertolak belakang tentang detik-detik terakhir kehidupan mahasiswa Unnes, Iko Juliant Junior, direka ulang. Salah satu skenario menggambarkan insiden tabrakan, sedangkan yang lain menunjukkan adanya penganiayaan brutal dengan benda tumpul.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Rekonstruksi kasus kematian janggal Iko Juliant Junior, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes), digelar oleh Polrestabes Semarang di Jalan Veteran, tepat di samping kanan Mapolda Jateng. Saat rekonstruksi, motor Supra GTR milik Iko terlihat ringsek parah di bagian depan, sedangkan motor saksi bernama Aziz mengalami rusak di bagian belakang dan lecet ringan di sebelah kiri.

Rekonstruksi dengan Dua Kronologi

Polisi melakukan reka ulang adegan berdasarkan dua kronologi yang berbeda sesuai keterangan saksi. Berikut adalah detailnya:

  • Rekonstruksi menurut keterangan Aziz dan Ficky
    Rekonstruksi ini menjadi momen pertama bagi Aziz dan Ficky muncul ke publik setelah disebut sebagai korban yang ditabrak oleh Iko dan Ilham dalam kejadian di Jalan Veteran, Kota Semarang, pada Minggu (31/8/2025) dini hari. Ficky mengaku saat kejadian dia melaju dari arah barat Jalan Veteran menuju ke arah Polda Jawa Tengah dan sedang mengejar mobil yang bersenggolan dengannya. Kala itu, seorang anggota Brimob berpakaian hitam menghadangnya untuk berhenti.

“Jalan pelan tapi sudah mau berhenti. Mau ngomong (ke polisi) kalau mau ngejar (mobil Toyota) tabrak lari,” tutur Ficky saat rekonstruksi berlangsung.

Mereka mengaku diseruduk dari belakang oleh Iko dan Ilham hingga motornya terdorong ke depan dan badan motor sedikit lecet saat terjatuh menghadap sebelah kiri. Lalu Iko dan Ilham dilarikan ke RSUP Kariadi dengan mobil double kabin hitam milik Brimob.

  • Rekonstruksi menurut keterangan Ilham
    Sebaliknya, Ilham mengaku dibonceng Iko saat perjalanan pulang ke arah Gunungpati, keduanya melaju dari arah Jalan Pahlawan menuju Jalan Veteran. Lalu sekitar 100 meter setelah belok kanan di Jalan Veteran, dia merasa dipukul wajahnya dengan benda tumpul hingga terjatuh bersama Iko.

Saat tersungkur dengan posisi kepala menoleh ke kiri, dia sempat mengangkat kepala untuk melihat Iko yang disebut jatuh tak jauh darinya hingga Ilham pingsan tak sadarkan diri. “Dari jalan pahlawan belok kanan ke Veteran, yang saya ingat ada lemparan di depan muka. Pas jatuh sadar dan lihat Iko di atas (depan), terus saya pingsan, bangun udah di rumah sakit,” kata Ilham.

Perbedaan Keterangan Polisi

Kuasa Hukum PBH IKA Unnes Naufal Sebastian menyoroti perbedaan keterangan polisi dari Ficky yang menyebut kecelakaan terjadi pada pukul 03.00 WIB. Sementara teman-teman Iko meyakini dan memastikan Iko dan Ilham pulang sekitar pukul 02.00 WIB.

“Saya sudah ketemu sama teman-temannya Iko dan Ilham yang ikut nongrong bareng. Menurut mereka, mereka bubar jam 02.00 lebih awal kok. Jadi enggak sampai 02.30,” tegas Naufal.

Melalui rekaman CCTV RSUP Kariadi tercatat, Iko dan Ilham tiba diantar dengan mobil dinas Brimob lebih dari pukul 03.00 WIB. Keluarga Iko turut mempertanyakan rentang waktu itu. “Kami sudah lihat CCTV di Kariadi, kedatangan Ilham dan Iko itu di pukul 03.10 WIB. Jadi hanya ada jeda 5 menit (dari pernyataan waktu kecelakaan). Nah, kalau kita lihat proses untuk evakuasi, nunggu mobil, kemudian pertolongan pertama itu singkat sekali 5 menit sudah sampai situ. Jadi kami duga kalaupun ada Ilham dan Iko jatuh, kejadiannya sebelum jam 3.00 WIB,” ujar Naufal.

Kejanggalan dalam Proses Evakuasi

Belum lagi, Naufal menilai adanya kejanggalan rentang waktu dua jam untuk membawa Ficky dan Aziz ke RSUP Kariadi. Padahal keduanya disebut polisi tengah mengalami insiden tabrakan dengan Iko dan Ilham. Sementara Ilham mengaku sama sekali tidak mengenal Aziz dan Ficky atau bertabrakan dengan mereka.

“Yang jelas penyebab kecelakaan kami menduga itu bukan kecelakaan murni karena kesaksian Ilham kami pastikan berulang kali mengaku jatuh dilempar. Ilham tidak melihat motor rusak. Nah ada saksi yang melihat bahwa motornya ketika jatuh itu tidak rusak,” bebernya.

Permintaan Penyelidikan Lebih Lanjut

Mengingat lokasi kejadian tepat berada di samping Mapolda Jateng, Naufal terus mendesak agar Polda membuka CCTV yang mengarah ke Jalan Veteran. Kuasa hukum sudah mengajukan ke Komnas HAM agar permintaan itu dipenuhi Polda, tapi hingga kini CCTV belum diungkap.

“Lokasi ini kan terjadi di samping Mapolda. Kita bisa sama-sama lihat bahwa ada satu CCTV di belakang saya, sebelah kanan saya ada CCTV, jadi di Polda pagar itu tidak mungkin blind spot,” ungkapnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan