
BOGOR — Inovasi lokal kembali menunjukkan potensi besar dalam menghadapi tantangan lingkungan. PT Inti Sinergi Formula meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) berbasis nabati yang diberi nama Bobibos atau Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos. Bahan bakar ini menarik perhatian karena sifatnya yang ramah lingkungan dan bahan dasarnya yang tidak biasa, yaitu jerami, limbah hasil panen padi yang sering terbuang atau dibakar oleh petani.
Founder Bobibos, M. Ikhlas Thamrin, menjelaskan bahwa alasan utama memilih jerami adalah untuk menjaga harga pokok produksi (HPP) agar tetap rendah. Dengan demikian, BBM ini diharapkan menjadi solusi energi bersih yang tetap terjangkau bagi masyarakat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kami ingin masyarakat bisa menikmati BBM bersih dengan biaya murah,” ujar Ikhlas saat ditemui di Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/11/2025).
Sebelum menentukan jerami sebagai bahan baku, tim riset sempat mencoba beberapa alternatif lain seperti tebu, singkong, dan mikroalga. Namun dari semua opsi tersebut, hanya jerami yang memenuhi target efisiensi biaya yang telah ditetapkan sejak awal.
“Ikhlas menjelaskan bahwa riset Bobibos berdiri di atas tiga pilar utama: teknologi, komersialisasi, dan regulasi. Dari sisi teknologi, tim berhasil merancang sendiri mesin biokimia yang mampu mengubah jerami menjadi bahan bakar melalui lima tahapan proses ekstraksi.”
Hasilnya, kapasitas produksi kini telah mencapai 300 liter per hari, dengan potensi menghasilkan hingga 3.000 liter bahan bakar dari setiap hektare sawah — terbagi rata untuk jenis bensin dan solar.
Bobibos juga sudah melalui berbagai pengujian, baik menggunakan sepeda motor seperti Honda BeAT, maupun mobil seperti Toyota Alphard. Berdasarkan hasil uji di Balai Besar Migas LEMIGAS, bahan bakar ini memiliki angka oktan RON 98,1, melampaui bensin berstandar umum di pasaran.
Uji publik dijadwalkan berlangsung Februari 2026 di fasilitas riset Bobibos di Jonggol, sebelum produk ini melangkah ke tahap komersialisasi penuh.
Proses Produksi Bobibos
Bobibos dihasilkan melalui proses ekstraksi yang terdiri dari lima tahapan. Setiap tahap dirancang untuk memastikan kualitas dan efisiensi produksi. Proses ini dimulai dengan pengumpulan jerami yang kemudian diolah menjadi bahan baku utama.
Proses selanjutnya mencakup penyiapan bahan baku, ekstraksi kimia, pemurnian, dan pengujian kualitas. Setiap tahapan dilakukan dengan teknologi khusus yang dikembangkan oleh tim riset Bobibos. Hal ini memastikan bahwa bahan bakar yang dihasilkan memenuhi standar yang tinggi.
Hasil Pengujian Bobibos
Bobibos telah melalui berbagai pengujian di berbagai kendaraan. Uji coba dilakukan pada sepeda motor seperti Honda BeAT dan mobil seperti Toyota Alphard. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Bobibos memiliki performa yang baik dan stabil.
Dalam uji di Balai Besar Migas LEMIGAS, Bobibos menunjukkan angka oktan RON 98,1. Angka ini lebih tinggi dari bensin berstandar umum di pasar. Hal ini menunjukkan bahwa Bobibos mampu memberikan performa yang lebih baik dibandingkan bahan bakar konvensional.
Persiapan Komersialisasi
Sebelum produk ini masuk ke tahap komersialisasi penuh, akan dilakukan uji publik di fasilitas riset Bobibos di Jonggol. Uji publik ini bertujuan untuk menguji respons masyarakat dan memastikan bahwa Bobibos dapat digunakan secara luas.
Setelah uji publik, Bobibos akan siap untuk dipasarkan. Tim riset berharap bahwa produk ini dapat menjadi solusi energi bersih yang terjangkau dan ramah lingkungan bagi masyarakat Indonesia.
Visi Masa Depan
Bobibos bukan hanya sekadar inovasi teknologi, tetapi juga bagian dari upaya untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan memanfaatkan jerami yang selama ini dianggap limbah, Bobibos membuka peluang baru dalam pengelolaan sumber daya alam.
Tim riset Bobibos berkomitmen untuk terus mengembangkan produk ini agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan kombinasi teknologi, komersialisasi, dan regulasi, Bobibos berpotensi menjadi solusi energi yang berkelanjutan di masa depan.