
Pendekatan Understanding by Design (UbD) dalam Perencanaan Pembelajaran
Pendekatan Understanding by Design (UbD) merupakan salah satu metode perencanaan pembelajaran yang banyak digunakan oleh para guru. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa proses belajar menghasilkan pemahaman yang mendalam dan bermakna bagi peserta didik. Dalam konteks PPG 2025, khususnya Modul 1 Topik 1, peserta program akan menemui berbagai soal latihan yang berkaitan dengan prinsip dasar dari pendekatan ini.
Urutan Fase dalam Merancang Perencanaan Pembelajaran Berbasis UbD
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah tentang urutan fase yang perlu dilakukan dalam merancang perencanaan pembelajaran berbasis pendekatan UbD. Berikut adalah jawaban yang benar:
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
E. Merumuskan tujuan, asesmen, dan kegiatan pembelajaran
Jawaban ini sesuai dengan prinsip dasar dari pendekatan UbD, yaitu backward design. Dalam hal ini, guru mulai dari penentuan tujuan akhir pembelajaran, kemudian merancang asesmen, dan terakhir menentukan kegiatan belajar.
Penjelasan Mengenai Urutan Fase
Fase pertama dalam pendekatan UbD adalah merumuskan tujuan pembelajaran. Tujuan ini menjadi landasan utama dalam menentukan arah dan capaian belajar yang ingin dicapai. Tujuan ini harus mengacu pada kompetensi inti dan capaian pembelajaran yang relevan, serta menggambarkan pemahaman yang diharapkan dari peserta didik setelah proses belajar.
Fase kedua adalah merancang asesmen. Dalam tahap ini, guru perlu menentukan bentuk penilaian yang sesuai untuk mengukur sejauh mana peserta didik telah mencapai pemahaman yang ditargetkan. Penilaian tidak hanya bersifat sumatif, tetapi juga formatif, agar proses belajar dapat terus diperbaiki berdasarkan hasil refleksi dan umpan balik. Kriteria keberhasilan, instrumen evaluasi, serta bentuk asesmen yang dapat memberikan gambaran autentik terhadap kemampuan siswa juga harus dipertimbangkan.
Fase ketiga adalah menyusun kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan dan asesmen yang telah dirancang sebelumnya. Kegiatan ini berfungsi sebagai sarana untuk membawa peserta didik menuju pemahaman yang diinginkan. Dalam tahap ini, guru perlu merancang aktivitas yang bermakna, interaktif, serta mendorong keterlibatan aktif siswa dalam mengeksplorasi konsep, berdiskusi, dan memecahkan masalah nyata.
Dengan mengikuti urutan ini (tujuan, asesmen, kemudian kegiatan), guru memastikan bahwa setiap bagian dari proses pembelajaran saling terhubung secara logis dan efektif. Pendekatan UbD membantu pendidik untuk menghindari perencanaan yang berorientasi pada aktivitas semata, melainkan berfokus pada hasil belajar yang bermakna dan berkelanjutan bagi peserta didik.
Manfaat Pendekatan UbD dalam Pembelajaran
Pendekatan UbD memiliki beberapa manfaat dalam proses pembelajaran, antara lain:
- Meningkatkan keselarasan antara tujuan, penilaian, dan kegiatan pembelajaran
- Memastikan bahwa setiap kegiatan pembelajaran berkontribusi pada pencapaian pemahaman konseptual peserta didik
- Membantu guru dalam merancang pembelajaran yang terstruktur dan terarah
- Mendorong penggunaan penilaian formatif dan sumatif yang lebih efektif
Dengan memahami prinsip-prinsip ini, guru dapat lebih mudah menerapkan pendekatan UbD dalam perencanaan pembelajaran mereka secara efektif dan reflektif.