Penemuan Plester dalam Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang Mengejutkan
Beberapa waktu lalu, sebuah insiden mengejutkan terjadi di Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sebuah menu makan bergizi gratis (MBG) yang biasanya diberikan kepada siswa SD, ternyata mengandung bahan yang tidak lazim, yaitu plester. Hal ini memicu kegaduhan dan viral di media sosial.
Awal Ditemukannya Plester dalam Menu MBG
Plester tersebut ditemukan dalam tahu goreng yang menjadi bagian dari menu MBG. Saat digigit, tahu tersebut terasa keras, sehingga membuat siswa penerima MBG merasa aneh. Andri, kakak dari salah satu siswa, menjelaskan bahwa saat pulang dari sekolah, dia melihat adanya tahu goreng yang akan dimakan oleh adiknya. Setelah digigit, ada sesuatu yang keras di dalamnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Setelah dicek, kulit terigu goreng tahu itu ada plesternya," ujar Andri. Ia langsung memfoto dan mempostingnya di media sosial, yang kemudian viral.

Keluarga Siswa Mengambil Tindakan
Setelah mengetahui hal tersebut, Andri segera melaporkan temuannya ke pihak sekolah. MBG yang ditemukan pun disimpan sebagai bukti dan tidak lagi dimakan oleh adiknya.
Andri juga mengantarkan bukti makanan ke pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cigunung Desa Sukaresmi. Di sana, ia menjelaskan bahwa apa yang diposting di media sosial bukanlah hoaks, tetapi benar-benar terjadi.

Ia menyebut bahwa pihak SPPG telah meminta maaf secara langsung kepada keluarganya. Meskipun begitu, Andri berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.
Tanggapan dari Ketua SPPG
Ketua SPPG Cigunung Desa Sukaresmi, Hana Nabilah Azmi, menyampaikan permintaan maaf atas insiden ini. Ia mengakui adanya kelemahan pengawasan, terutama terkait kondisi relawan yang mungkin mengalami luka atau kelelahan.
"Pertama-tama, saya mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini," ujarnya. Ia juga berjanji untuk meningkatkan pengawasan dan prosedur keselamatan di dapur MBG.
Hana menekankan pentingnya prosedur keselamatan, termasuk tidak boleh ada relawan yang melepas APD saat bekerja. Selain itu, pihaknya akan lebih teliti dalam proses Quality Control di dapur.
Risiko Kesehatan Jika Plester Tertelan
Plester adalah bahan perekat yang biasa digunakan untuk menutup luka. Namun, jika tertelan, bisa membahayakan kesehatan. Berikut beberapa risiko yang mungkin terjadi:
-
Gangguan pencernaan ringan
Plester bisa menyebabkan mual, muntah, atau sakit perut karena tubuh tidak bisa mencernanya. -
Penyumbatan saluran cerna
Jika ukurannya cukup besar atau bentuknya tidak fleksibel, bisa menyumbat kerongkongan atau usus, terutama pada anak-anak. -
Kontaminasi mikroba
Plester bekas atau yang tidak steril bisa membawa bakteri atau zat kimia yang memicu infeksi atau keracunan. -
Reaksi alergi atau iritasi
Beberapa bahan plester mengandung lateks atau perekat kimia yang bisa memicu reaksi alergi bila masuk ke tubuh.
Insiden ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama para orang tua siswa yang menjadi penerima program MBG. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali, dan semua pihak dapat bekerja sama untuk memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak.