Tahu Goreng Tepung MBG Siswa SD Sukabumi Keras Saat Digigit, Ternyata Isinya Plester

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 31x dilihat
Tahu Goreng Tepung MBG Siswa SD Sukabumi Keras Saat Digigit, Ternyata Isinya Plester

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang Mengejutkan di Cisaat, Sukabumi

Beberapa waktu lalu, warga di Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat kembali dikejutkan oleh sebuah insiden yang terjadi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, menu tahu goreng yang biasanya menjadi bagian dari porsi makanan gratis tersebut justru menimbulkan kegundahan dan kekhawatiran.

Tahu Goreng dengan Bahan Tak Biasa

Pada salah satu porsi MBG yang diberikan kepada siswa SD, ditemukan benda asing yang tidak seharusnya ada. Benda tersebut adalah plester, yaitu bahan perekat yang biasanya digunakan untuk menutup luka kecil agar terlindungi dari kotoran dan bakteri. Namun, plester tersebut justru ditemukan dalam adonan tahu goreng yang telah matang.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut keterangan Andri, kakak dari siswa yang menerima MBG tersebut, temuan ini terjadi saat keluarganya pulang dari sekolah. Saat akan memakan tahu goreng, mereka merasa ada sesuatu yang keras ketika menggigit. Setelah dicek lebih lanjut, ternyata plester itu berada di dalam kulit terigu goreng tahu tersebut.

Keluarga Mengungkapkan Kekecewaan

Andri mengaku kecewa dengan kejadian ini, karena menurutnya hal semacam ini tidak layak terjadi dalam program yang disebut sebagai salah satu unggulan Presiden Prabowo. Ia kemudian memfoto makanan tersebut dan mempostingnya di media sosial. Sejak saat itu, kejadian ini mulai viral dan menarik perhatian publik.

Sebelum mempostingnya, Andri juga melaporkan temuan tersebut ke pihak sekolah. MBG yang ditemukan itu kemudian disimpan sebagai barang bukti dan tidak dimakan lagi oleh adiknya.

Mengantarkan Bukti ke Dapur MBG

Keluarga penerima MBG akhirnya mengantarkan bukti makanan tersebut ke pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Cigunung, Desa Sukaresmi. Andri mengatakan bahwa tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk membuktikan bahwa apa yang ia posting di media sosial benar-benar nyata dan bukan hoaks.

Ia menyebut bahwa pihak SPPG telah memberikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarganya. Meskipun begitu, Andri tetap menekankan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada anak-anak.

Permintaan Maaf dari Ketua SPPG

Ketua SPPG Cigunung Desa Sukaresmi, Hana Nabilah Azmi, mengakui bahwa dirinya tidak mengetahui adanya penemuan plester dalam menu MBG tersebut. Ia secara terbuka menyampaikan permintaan maaf atas kejadian ini.

Hana mengakui adanya kelemahan dalam pengawasan selama proses penyajian MBG. Ia menyebut bahwa kondisi relawan yang sedang lelah atau memiliki luka bisa memengaruhi proses pengawasan. Oleh karena itu, pihaknya akan meningkatkan pengawasan dan memastikan bahwa semua prosedur keselamatan dipatuhi.

Selain itu, Hana juga menyarankan masyarakat untuk melakukan klarifikasi terlebih dahulu sebelum mempublikasikan insiden serupa. Ia berharap solusi bisa dicapai dengan lebih cepat dan akurat.

Risiko Kesehatan Jika Plester Tertelan

Plester yang tertelan bisa menimbulkan beberapa risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak. Beberapa efek yang mungkin terjadi antara lain:

  • Gangguan pencernaan ringan, seperti mual, muntah, atau sakit perut.
  • Penyumbatan saluran cerna jika ukurannya cukup besar atau bentuknya tidak fleksibel.
  • Kontaminasi mikroba dari plester bekas atau yang tidak steril.
  • Reaksi alergi atau iritasi akibat bahan-bahan seperti lateks atau perekat kimia.

Insiden ini menjadi peringatan bagi semua pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan bergizi, agar lebih teliti dan waspada dalam setiap langkah proses penyajian.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan