Tahun 2027: Jawa Tengah Jadi Tulang Punggung Ekonomi Syariah

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 11x dilihat
Tahun 2027: Jawa Tengah Jadi Tulang Punggung Ekonomi Syariah

Potensi Ekonomi Syariah di Jawa Tengah

Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Dukungan yang diberikan oleh Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin melalui berbagai kebijakan telah menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan sektor ini. Hal ini disampaikan oleh Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, yang menilai Jawa Tengah sebagai daerah dengan potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Emir menyatakan bahwa dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan ekonomi syariah sangat luar biasa. Dalam gelaran Anugerah Adinata Syariah, Jateng selalu menunjukkan kinerja yang baik. Komitmen kepala daerah juga sudah terintegrasi dalam arah kebijakan provinsi. Jawa Tengah masuk dalam radar provinsi dengan pengembangan ekonomi syariah yang signifikan.

Menurut Emir, ekonomi syariah saat ini bukan lagi sekadar alternatif pembangunan perekonomian. Namun, sudah menjadi bagian dari jalur utama ekonomi yang diatur dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Saat ini, sudah ada 26 provinsi yang memasukkan muatan ekonomi syariah dalam RPJMD, termasuk Jawa Tengah.

Tiga indikator pengembangan ekonomi syariah yang dimasukkan dalam RPJMD adalah jumlah produk tersertifikasi halal, aset perbankan syariah per Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan indeks zakat nasional yang diukur sampai tingkat kabupaten/kota. Emir menyatakan bahwa Jawa Tengah sudah memenuhi ketiga indikator tersebut.

Meskipun demikian, masih ada pekerjaan rumah dalam pengembangan ekonomi syariah, yaitu inklusi keuangan syariah tingkat nasional yang masih berada di angka 13%. Literasi keuangan syariah akan terus digenjot untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Daerah Ekonomi Syariah (KDEKS) Jawa Tengah Nyata Nugraha mengamini komitmen Pemprov Jateng tersebut. Dia mencatat bahwa dukungan yang dilakukan Jawa Tengah sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun terakhir. Beberapa inisiatif yang dilakukan antara lain Jateng Halal Fair di tahun 2024 dan Jateng Halal Festival pada tahun 2025. Selain itu, Jawa Tengah juga menerima Adinata Syariah zona Khas tahun 2024.

Pengembangan Wisata Ramah Muslim di Jawa Tengah

Ke depan, Jawa Tengah sedang mempersiapkan kawasan wisata ramah muslim. Ini kemungkinan akan dicanangkan bersamaan dengan pelaksanaan MTQ Nasional di Jawa Tengah. Inisiatif ini akan menjadi terobosan bagi Jawa Tengah, yakni mengubah desa wisata menjadi desa wisata ramah muslim pertama di Jawa Tengah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan apresiasi dari KNEKS maupun KDEKS terhadap pengembangan ekonomi syariah di Jawa Tengah. Ia menjelaskan bahwa mayoritas penduduk Jawa Tengah memeluk agama Islam, sehingga perputaran ekonomi di Jawa Tengah semestinya dominan ekonomi syariah.

Gubernur Ahmad Luthfi, kata Sekda, telah melihat potensi ekonomi syariah di Jawa Tengah. Oleh karena itu, arah kebijakan Jawa Tengah pada tahun 2027 akan menjadikan ekonomi syariah sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi.

Pada kesempatan tersebut, KNEKS melakukan penyematan PIN Brand Ekonomi Syariah kepada Sumarno. PIN diberikan sebagai penghargaan terhadap Jawa Tengah yang memberikan dukungan dalam pengembangan ekonomi syariah.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan