Takedown Komdigi: 2,8 Juta Konten Negatif, Judi Online Mendominasi

admin.aiotrade 24 Okt 2025 2 menit 15x dilihat
Takedown Komdigi: 2,8 Juta Konten Negatif, Judi Online Mendominasi
Takedown Komdigi: 2,8 Juta Konten Negatif, Judi Online Mendominasi

Angka Konten Hoaks di Media Sosial Meningkat

Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) RI mencatat sebanyak 1.674 konten hoaks yang tersebar di media sosial selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025. Jumlah ini berfluktuasi setiap bulannya, dengan puncaknya terjadi pada November 2024, yaitu sebanyak 166 konten hoaks.

Banyak jenis isu hoaks yang muncul dalam rentang waktu tersebut. Penipuan menjadi salah satu kategori terbesar, dengan 589 konten. Disusul oleh isu pemerintahan sebanyak 341 konten, lain-lain sebanyak 249, politik 166, kesehatan 87, internasional 49, kejahatan 42, pencemaran nama baik 41, perdagangan 25, keagamaan 28, dan pendidikan 5 kasus.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Data ini dipresentasikan dalam diskusi bertajuk “Media Connect: dari Clickbait jadi Kredibel” yang diselenggarakan oleh Komdigi di Menara Bosowa, pada Kamis (24/10/2025) malam. Acara ini dihadiri oleh Dirjen Komunikasi Publik dan Media Fifi Aleyda Yahya, Sekretaris Diskominfo Sulsel Sultan Rakib, serta Kepala Dinas Kominfo Makassar Muhammad Roem.

Tiga pembicara utama hadir dalam diskusi ini. Mereka adalah Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar, praktisi komunikasi Wahyu Aji, dan praktisi media Fenty Effendy. Selain itu, para mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar juga turut hadir dalam acara ini.

Alexander Sabar memaparkan bagaimana Komdigi menangani konten negatif di media sosial. Sejak setahun terakhir, Komdigi telah menindak 2,8 juta konten negatif. Mayoritas dari konten tersebut adalah situs judi online.

“Lebih dari 2,8 juta konten negatif telah kita proses takedown dari ruang digital Indonesia, dengan 2,1 juta di antaranya adalah konten perjudian,” ujarnya.

Pada periode 25 Agustus hingga 21 Oktober 2025, Komdigi mencatat sebanyak 3.943 konten bermuatan disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK). Lonjakan ini terjadi saat terjadi kerusuhan yang menyebabkan pembakaran fasilitas publik dan pemerintah.

Platform terbanyak yang memuat konten DFK adalah TikTok, dengan 233 konten dan Live TikTok sebanyak 229 konten. Pada periode 25–31 Agustus, tercatat 1.151 konten, sementara pada 1–30 September mencapai 1.908 konten negatif.

Penanganan konten DFK dilakukan melalui patroli siber, koordinasi dengan aparat penegak hukum, dan kerja sama dengan platform digital.

Dirjen Komunikasi Publik dan Media Fifi Aleyda Yahya menegaskan bahwa Komdigi tidak hadir untuk membatasi kebebasan, tetapi untuk memastikan kebebasan tidak melukai orang lain. Agenda ini diharapkan dapat menciptakan ruang publik yang sehat. Media sosial dan media arus utama harus saling mengisi.

“Sosmed punya kekuatan kecepatan, media arus utama punya kredibilitas dan kedalaman informasi. Kalau digabungkan, itu akan jadi informasi yang disukai dan dipercaya. Dari clickbait jadi kredibel,” katanya.



Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan