Taman Armada, Sumber Kehidupan Kerajaan Mataram Lombok

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 12x dilihat
Taman Armada, Sumber Kehidupan Kerajaan Mataram Lombok

Sejarah dan Keindahan Taman Narmada

Taman Narmada terletak di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Lombok. Nama "Narmada" berasal dari Narmadanadi, yang merupakan anak Sungai Gangga. Nama ini digunakan untuk menyebut mata air yang membentuk beberapa kolam dan sebuah sungai. Hingga saat ini, istilah Narmada digunakan untuk mengacu pada kompleks Taman Narmada.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Saat tiba di taman ini, penulis merasa sangat menikmati pemandangan yang indah dan memukau. Taman yang luas ini membawa kenangan ke masa lalu. Dibangun sekitar tahun 1727 oleh Raja Anak Agung Ngurah Karang Asem, raja Mataram Lombok, taman seluas dua hingga tiga hektare ini awalnya digunakan sebagai tempat upacara Mulang Pekelem keluarga kerajaan. Upacara ini adalah ritual keagamaan Hindu yang bertujuan memohon keselamatan, keseimbangan alam, dan kesuburan. Biasanya, ritual dilakukan dengan melarung benda-benda berharga ke alam sebagai bentuk pengorbanan dan rasa syukur kepada alam dan Tuhan. Karena dianggap suci, masyarakat umum tidak diperbolehkan masuk ke Taman Narmada.

Kompleks Taman Narmada memiliki keindahan yang luar biasa, menjadi tempat pemujaan bagi masyarakat Lombok. Selain digunakan untuk upacara keagamaan, taman ini juga menjadi tempat istirahat bagi raja. Masyarakat Lombok yang menganut agama Hindu sering melakukan upacara Pujawali di Puncak Gunung Rinjani dengan memberikan sesaji kepada para dewa.

Upacara Pujawali merupakan bentuk penghormatan tinggi terhadap para dewa dalam agama Hindu yang harus dilaksanakan secara rutin. Namun, karena raja waktu itu sudah tua dan tidak mampu mendaki ke puncak Gunung Rinjani, ia membuat replika Gunung Rinjani untuk keperluan pemujaan.

Tour guide kami langsung menunjukkan sebuah bangunan berbentuk panggung. Kami naik ke bagian ruang tengah yang terbuka. Penulis berimajinasi betapa hebatnya sang raja bisa membangun tempat yang begitu indah dan megah. Tour guide kemudian menjelaskan bangunan tersebut yang disebut Bale Terang.

Bale Terang memiliki selasar terbuka dengan orientasi menghadap ke Timur dan Barat, sehingga terkena sinar matahari yang terang. Bangunan ini digunakan untuk menyaksikan pemandangan Meru (Pura Kelasa) dan Telaga Ageng, yang merepresentasikan Gunung Rinjani dan Danau Segara Anakan.

Bale Terang merupakan bangunan berbentuk rumah panggung dengan tiga ruang di bagian atas. Ada kamar di sebelah utara dan selatan serta ruang tengah yang berfungsi sebagai ruang tamu terbuka. Dari sini, kita bisa melihat langsung ke arah pura dan Meru, serta melihat telaga/segara anakan buatan yang katanya digunakan untuk permandian para selir.

Dituturkan bahwa kamar di utara dan selatan digunakan untuk permaisuri asal Bali dan Lombok. Di sana, penulis sempat bingung menentukan mana yang utara dan mana yang selatan. Ada lukisan yang digunakan untuk membedakan kedua kamar tersebut. Kamar permaisuri dari Lombok dilukis dengan naga, sedangkan kamar permaisuri dari Bali dilukis dengan kera.

Di samping Bale Terang, ada satu bangunan semacam pendopo yang kemungkinan besar digunakan untuk tempat berkumpul. Sayangnya, karena keterbatasan waktu, tour guide langsung mengajak kami rombongan ke bawah sampai ke pertirtaan. Kami belum sempat menjelaskan semua bangunan yang ada di Taman Narmada.

Semoga penulis dapat kembali ke tempat yang merupakan salah satu bukti sejarah kebesaran Kerajaan Mataram. Dengan harapan dapat lebih mengeksplorasi seluruh bagian Taman Narmada seperti Gerbang Utama, Jabalkap, Telaga Kembar, Paduraksa, Mukedes, Telaga Padmawangi, Balai Loji, Patandaan, Bangunan, Sekepat, Balai Bnacingan, Pura Kelasa, Pura Lingsar. Taman Narmada, yang menjadi sumber air kehidupan (sekarang menjadi nama produk air mineral ternama dan terbesar di Lombok), merupakan warisan dari masa kebesaran Kerajaan Mataram Lombok.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan