
Polisi telah menetapkan Sri Yuliana alias Ana (30 tahun) sebagai pelaku penculikan Bilqis (4 tahun) di Taman Pakui Sayang, Jalan Ap Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam video yang diterima, saat diamankan Ana tampak mengenakan kaos berwarna hitam dibalut jaket berwarna cokelat. Wajahnya tampak tirus. Ia mengenakan anting-anting di kedua telinganya.
Saat dimintai keterangan, Ana tampak ketakutan. Suaranya lirih dan keterangannya berubah-ubah. Kepada polisi, Ana mengaku telah menculik Bilqis. Namun, ia beralasan menculik Bilqis untuk dirawatnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Saya tidak intai (Bilqis). Awalnya mau ambil itu anak untuk dirawat dengan baik,” kata Ana kepada polisi.

Ana menuturkan, awalnya ia bersama dua anaknya berkunjung ke Taman Pakui Sayang untuk bermain. Di sana, ia ketemu dengan Bilqis yang juga bermain di Taman Playground. Bilqis saat itu bermain sendiri. Sehingga, ia berinisiatif bertanya terkait keberadaan dari ibu dan ayah Bilqis. Tapi, dijawabnya tidak ada.
“Awalnya itu anak anak bermain saya tanya ada mamamu, dia jawab tidak ada terus saya tanya lagi ada bapak mu dia begini (gesture kepala geleng-geleng),” bebernya.
Karena merasa tidak ada orang tuanya, Ana kemudian mengajak Bilqis ikut bersamanya. Bilqis dibawa ke tempat tinggalnya. Tetapi seiring waktu, Ana terdesak kebutuhan ekonomi dan membutuhkan uang. Sehingga, ia menjual Bilqis.
“Tapi karena kami butuh uang jadi tanggal 3 itu saya jual,” katanya.
Bilqis yang dijual kepada pelaku lainnya itu, langsung dibawa ke Jakarta. Saat itu, Ana mengaku sudah tidak mengetahui lagi perkembangan Bilqis.
Selain Ana, kepolisian juga berhasil menangkap tiga orang pelaku lain di daerah Provinsi Jambi. Mereka berinisial ME, NA dan seorang laki-laki, berinisial AS.
Penjelasan Terkait Kasus Penculikan
Berikut adalah beberapa poin penting yang muncul dari kasus ini:
-
Motif Pelaku
Ana mengklaim bahwa niat awalnya bukan untuk menculik, tetapi ingin merawat Bilqis. Ia mengatakan bahwa Bilqis bermain sendiri dan tidak memiliki orang tua. Hal ini membuat Ana merasa bertanggung jawab atas keselamatan anak tersebut. -
Proses Penculikan
Setelah mengajak Bilqis pergi bersamanya, Ana membawanya ke tempat tinggalnya. Meski awalnya berniat baik, situasi ekonomi yang semakin sulit membuat Ana memutuskan untuk menjual Bilqis. Hal ini menunjukkan bagaimana kondisi keuangan bisa memengaruhi keputusan seseorang. -
Penangkapan Pelaku Lain
Selain Ana, polisi juga berhasil menangkap tiga orang lainnya di wilayah Jambi. Para pelaku ini diduga terlibat dalam penjualan Bilqis ke Jakarta. Penangkapan ini menunjukkan adanya jaringan yang lebih luas dalam kasus ini. -
Kekhawatiran terhadap Anak
Kasus ini memicu kekhawatiran terhadap keselamatan anak-anak di lingkungan umum. Polisi dan masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak yang bermain di taman atau tempat umum. -
Dampak Psikologis pada Korban
Bilqis, yang masih berusia 4 tahun, mungkin mengalami trauma akibat pengalaman tidak menyenangkan ini. Perlu dilakukan pendampingan psikologis agar anak tersebut dapat pulih secara emosional.
Langkah yang Dilakukan oleh Pihak Berwenang
Pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah berikut untuk menangani kasus ini:
-
Penahanan Pelaku
Ana dan tiga pelaku lainnya telah ditahan untuk menjalani proses hukum. Penahanan ini dilakukan guna mencegah kemungkinan adanya tindakan lebih lanjut dari para tersangka. -
Investigasi Lanjutan
Pihak kepolisian akan terus melakukan investigasi untuk mengungkap seluruh fakta terkait kasus ini. Termasuk mencari informasi lebih lanjut tentang nasib Bilqis setelah dijual. -
Koordinasi dengan Pihak Terkait
Polisi akan berkoordinasi dengan lembaga perlindungan anak dan pihak berwenang di Jakarta untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan Bilqis. -
Peningkatan Pengawasan di Tempat Umum
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap anak-anak yang bermain di tempat umum. Pihak berwenang juga akan meningkatkan pengawasan di area-area yang rawan.
Kesimpulan
Kasus penculikan Bilqis ini menjadi peringatan penting tentang pentingnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan anak-anak. Meskipun Ana mengklaim niat awalnya baik, tindakan yang diambilnya justru menimbulkan dampak buruk. Selain itu, kasus ini juga menunjukkan adanya jaringan kejahatan yang kompleks, yang perlu segera diungkap dan dicegah.