Tancap Gas INET Rebut BNET, Ekspansi Internet 100G ke Karawang

admin.aiotrade 15 Des 2025 3 menit 30x dilihat
Tancap Gas INET Rebut BNET, Ekspansi Internet 100G ke Karawang

Kolaborasi INET dan BNET Memperkuat Infrastruktur Jaringan di Karawang

PT Sinergi Inti Andalan Tbk (INET) menggandeng PT Wahana Internet Nusantara (BNET) dalam pengoperasian Node IIX Karawang berkapasitas 100 gigabit per detik (100G) yang berada di Data Center BNET. Fasilitas ini merupakan salah satu node resmi Indonesia Internet Exchange (IIX) yang dikelola oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Pengaktifan node ini menandai kemajuan signifikan dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur internet yang semakin berkembang.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

CEO BNET, Roberto Gustinov menjelaskan bahwa operator telekomunikasi membutuhkan rute yang lebih dekat untuk memastikan layanan dapat berjalan lebih stabil dan efisien. Melalui kolaborasi dengan INET, Node IIX Karawang diharapkan menjadi solusi nyata atas tantangan tersebut. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa kehadiran node ini sangat relevan dengan pertumbuhan pesat interkoneksi di wilayah Jawa Barat.

Kebutuhan Interkoneksi yang Semakin Mendesak

Roberto menilai bahwa kehadiran Node IIX Karawang mampu menjawab kebutuhan di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri, percepatan digitalisasi layanan publik, serta tingginya aktivitas masyarakat yang bergantung pada konektivitas internet. Sebelumnya, sebagian besar pertukaran trafik internet nasional masih terpusat di Jakarta. Hal ini menyebabkan latensi yang lebih tinggi, biaya backbone yang besar, risiko kemacetan jaringan (bottleneck), serta rendahnya ketahanan jaringan ketika terjadi gangguan berskala nasional.

Dengan adanya Node IIX Karawang, pola tersebut mulai berubah. Pusat pertukaran trafik kini lebih dekat ke wilayah Jawa Barat. Langkah ini tidak hanya memperpendek jalur data, tetapi juga meningkatkan stabilitas jaringan serta mendistribusikan beban trafik secara lebih merata.

Manfaat Langsung bagi Operator dan Pelanggan Akhir

Aktivasi Node IIX Karawang memberikan manfaat langsung bagi operator dan pelanggan akhir. Beberapa di antaranya adalah penurunan latensi, efisiensi biaya backbone, tersedianya rute alternatif, akses konten lokal yang lebih cepat, serta konsistensi kualitas layanan. Dengan demikian, layanan internet bisa lebih baik dan lebih stabil bagi pengguna.

Selain itu, Roberto menilai bahwa interkoneksi yang lebih efisien memiliki dampak langsung terhadap peningkatan layanan publik digital. Langkah ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM, meningkatkan efisiensi industri, memperbaiki kualitas pendidikan, serta menjaga stabilitas layanan internet bagi masyarakat.

Membangun Ekosistem Digital Nasional

Node IIX Karawang juga melengkapi ekosistem infrastruktur BNET yang telah mencakup layanan IP Transit internasional, Metro Nasional, Open Access Inner City, layanan penyedia konten dan CDN, serta data center lokal. Termasuk dalam pengembangan interkoneksi Node Jabar IX.

Letak strategis Karawang di koridor Jakarta–Bandung menjadikannya sebagai bagian penting dalam arsitektur jaringan nasional. Dengan infrastruktur yang kuat, Karawang diharapkan menjadi tulang punggung digital Indonesia yang mampu membawa manfaat digital ke seluruh lapisan masyarakat.

Prospek Saham INET di Tengah Ekspansi Bisnis

Di tengah gencarnya aksi korporasi yang dilakukan INET, Samuel Sekuritas Indonesia memproyeksikan saham di sektor telekomunikasi ini berpeluang naik hingga Rp 1.350 per saham. Proyeksi ini mencerminkan potensi kenaikan sekitar 74,2% dari harga penutupan terakhir di Rp 775.

Target harga tersebut didorong oleh revisi ke atas terhadap estimasi laba serta kinerja kuat perusahaan pada kuartal III 2025. Target harga ini juga didasarkan pada valuasi EV/EBITDA 2027F sebesar 25 kali. Samuel Sekuritas menilai INET sebagai salah satu operator ISP dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan internet berkecepatan tinggi untuk bekerja, hiburan, dan kebutuhan rumah tangga.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, INET membukukan pendapatan mencapai Rp 68,6 miliar atau tumbuh 190,5% yoy, sementara laba bersih melonjak 818,9% yoy menjadi Rp 19,4 miliar. Angka ini setara 86% dari proyeksi Samuel Sekuritas Indonesia.

Pertumbuhan pendapatan terutama ditopang oleh segmen layanan ISP yang menyumbang Rp 67 miliar, naik 188,4% yoy. Kinerja yang melesat ini juga didorong oleh ekspansi pelanggan PT Solusi Sinergi Digital (WIFI) selaku mitra INET, yang meningkat signifikan dari 220 ribu pelanggan pada Desember 2024 menjadi 1,5 juta pelanggan pada September 2025.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan