Tanggul Siwuluh Banjarnegara Roboh, 1.500 Hektare Lahan Pertanian Terancam, Pemkab Tanggap Cepat

admin.aiotrade 24 Okt 2025 2 menit 14x dilihat
Tanggul Siwuluh Banjarnegara Roboh, 1.500 Hektare Lahan Pertanian Terancam, Pemkab Tanggap Cepat

Banjarnegara Dilanda Longsoran Tanggul Irigasi Siwuluh

Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Banjarnegara dalam beberapa hari terakhir menyebabkan tanggul irigasi Siwuluh di Desa Ampelsari, Kecamatan Banjarnegara Kota, longsor pada Kamis (23/10/2025) sekitar pukul 07.00 WIB pagi. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran pengairan lahan pertanian dan keselamatan masyarakat sekitar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara memperkirakan bahwa panjang tanggul yang longsor mencapai 17 meter dengan lebar sekitar 7 meter. Akibat dari longsoran tersebut, aliran saluran irigasi Siwuluh terhenti, yang diperkirakan akan berdampak pada lahan pertanian seluas lebih kurang 1.500 hektare. Wilayah yang terdampak utama adalah Kecamatan Banjarnegara, Bawang, dan Purwanegara (Desa Parakan).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Selain itu, air yang mengalir dari saluran Siwuluh masuk ke Sungai Blimbing di bawahnya. Debit air yang meluap cukup besar sempat mengancam beberapa rumah di Kelurahan Semarang (RT 3 RW 2) yang dihuni oleh 5 kepala keluarga atau total 19 jiwa. Selain itu, akses jalan utama menuju Perumahan Pesona Harmoni Ampelsari, yang berada di sisi utara irigasi, juga sempat terputus.

Untuk menangani situasi darurat ini, tim gabungan yang terdiri dari unsur BPBD, Polres Banjarnegara, Kodim 0704, DPUPR UPT wilayah I, Dinas Perhubungan, Kecamatan Banjarnegara serta Kelurahan Semarang dan Desa Ampelsari telah melakukan penanganan awal. Tindakan yang dilakukan antara lain kaji cepat di lokasi, menutup akses jalan di sekitar tanggul, serta memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak melintasi area yang berbahaya.

Pada sore harinya, Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana langsung melaksanakan rapat tanggap darurat di Pringgitan rumah dinas bupati. Dalam rapat tersebut, ia berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Yogyakarta guna mempercepat pemulihan permanen tanggul irigasi yang longsor.

Pemerintah kabupaten meminta para petani terdampak untuk bersabar dan berencana melakukan sosialisasi. Proses perbaikan permanen tanggul diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama. Namun, pihak pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa selama proses perbaikan berlangsung, kecukupan air bagi pengolahan lahan pertanian tetap terjaga seperti biasanya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan