
Kisah Pilu Fitri: Diceraikan Suami Jelang Pelantikan PPPK
Fitri, seorang istri dari Aceh, kini menjadi sorotan setelah menceritakan kisah pilunya di acara podcast Denny Sumargo. Bagaimana tidak, kisahnya yang menyentuh hati ini menggambarkan perasaan kecewa dan sedih yang mendalam. Fitri diceraikan oleh suaminya, JS, tepat menjelang pelantikan PPPK-nya sebagai Satpol PP Aceh Singkil.
Pada 15 Agustus 2025, Fitri menerima kabar bahwa ia telah dicerai oleh suaminya. Sementara itu, pada 17 Agustus 2025, JS dilantik sebagai PPPK. Kejadian ini membuat Fitri merasa sangat terluka, terutama karena ia telah berjuang bersama suaminya sejak awal.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Fitri juga mengungkapkan bahwa ia membelikan baju Korpri untuk suaminya yang akan digunakan saat pelantikan. Namun, hal tersebut justru menjadi pengingat pahit baginya, karena ia justru diceraikan.
Kenangan yang Menyedihkan
Fitri mengenang masa-masa hamil dua kali dalam pernikahannya. Selama masa kehamilan, ia sering ngidam tetapi permintaannya tidak pernah dituruti oleh suaminya. Ia mengatakan bahwa saat hamil anak pertama, ia pernah meminta satu roti, tetapi suaminya menolak meskipun uang ada. Ia mengira ada faktor lain yang membuat suaminya tidak ingin singgah di toko roti.
Fitri juga mengungkapkan bahwa selama masa kehamilan anak kedua, ia pernah meminta mangga muda, tetapi tidak pernah mendapatkannya hingga sekarang. Hal ini menunjukkan kurangnya perhatian dan kepedulian suaminya terhadap dirinya.
Masalah Komunikasi dan Ekonomi
Selain itu, Fitri mengungkapkan bahwa komunikasi antara dirinya dan suaminya kurang baik. Faktor ekonomi juga turut memengaruhi hubungan mereka. Ia merasa bahwa komunikasi yang tidak efektif dan ketidakstabilan finansial membuat hubungan mereka semakin memburuk.
Fitri sempat merasa ingin menyerah karena kurangnya perhatian dari suaminya. Ia mengaku bahwa selama ini mereka jarang berbicara, hanya sekadar makan dan lalu main handphone. Ia juga menyesuaikan diri dengan situasi tersebut.
Mimpi yang Sirna
Fitri memiliki mimpi yang ingin ia wujudkan, yaitu bisa foto bersama suaminya saat pelantikannya. Namun, mimpi tersebut sirna setelah ia diceraikan. Ia merasa kecewa karena impian yang telah ia harapkan selama ini hancur.
Fitri juga mengungkapkan bahwa ia ingin memiliki rumah untuk keluarga kecilnya. Sebelumnya, mereka sering pindah-pindah kontrakan. Ia berharap bisa memiliki tempat tinggal yang stabil.
Perasaan Saat Ini
Setelah diceraikan, Fitri mengakui bahwa ia sudah tidak memiliki rasa apa pun terhadap suaminya. Ia lebih fokus pada dirinya sendiri dan mencoba untuk melupakan masa lalu.
Alasan Ceraian
Alasan JS menceraikan Fitri akhirnya terungkap. Ternyata, JS tidak memberi nafkah kepada Fitri selama ini. Baju Korpri yang akan dikenakan JS saat pelantikan adalah hasil usaha dagang Fitri.
Fitri mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada JS tentang alasan penceraian tersebut. JS menjawab bahwa ia keras kepala dan tidak bisa diatur. Meskipun Fitri mengakui bahwa ia mungkin bukan istri yang sempurna, ia merasa kecewa karena suaminya meninggalkannya setelah ia menemani dari nol.
Pernyataan Resmi
Akhirnya, Fitri dan JS telah bercerai dan membuat surat pernyataan. Mereka menyelesaikan masalah tersebut dengan membawa wali dan orang tua. Fitri mengatakan bahwa ia kembali ke orang tua dan keluarga JS datang ke Singkil untuk menyelesaikan perceraian tersebut.