Tangis Safitri: Mimpi Temani Suami Dilantik PPPK dan Beli Rumah Sirna Usai Dicerai

admin.aiotrade 26 Okt 2025 4 menit 15x dilihat
Tangis Safitri: Mimpi Temani Suami Dilantik PPPK dan Beli Rumah Sirna Usai Dicerai
Tangis Safitri: Mimpi Temani Suami Dilantik PPPK dan Beli Rumah Sirna Usai Dicerai

Kisah Melda Safitri: Diceraikan Suami Jelang Pelantikan PPPK

Melda Safitri, seorang ibu rumah tangga dari Aceh Singkil, Aceh, kini tengah mengalami patah hati yang sangat dalam. Ia mengaku kecewa karena diceraikan oleh suaminya, JS, hanya dua hari sebelum pelantikan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di daerah tersebut. Kejadian ini membuat impian Melda untuk menemani suaminya dalam momen penting tersebut pupus.

Impian yang Hancur

Melda menyebutkan bahwa selama ini ia berharap bisa hadir dalam acara pelantikan suaminya dan foto bersama keluarga. Namun, kekecewaan itu datang ketika suaminya memutuskan untuk menceraikannya. "Saya hanya kecewa impian yang sudah saya harapkan hancur sekitar dua hari lagi dia mau menerima SK dia menceraikan saya itu yang buat saya kecewa," kata Melda dengan suara bergetar.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ia juga mengungkapkan bahwa rencana mereka untuk menggadaikan surat keputusan (SK) agar bisa membeli rumah pun pupus. Selama ini, mereka sering berpindah-pindah kontrakan. Kini, Melda tinggal di rumah orang tuanya di Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, bersama dua anaknya.

Faktor Ekonomi dan Penampilan

Melda mengakui bahwa faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab utama perceraian mereka. Ia mengaku kesulitan membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti bedak. "Tekanan finansial semasa hidup berumah tangga cukup berat, hingga situasi menegang usai sang suami menceraikan dirinya," ujarnya.

Selain itu, Melda juga menyebutkan bahwa penampilannya mungkin menjadi alasan suaminya menceraikannya. Ia mengaku tidak sempurna dan kurang mengurus diri. "Mungkin dari penampilan saya yang kurang menyenangkan lagi, kurang mengurus diri, karena jujur siapa sih perempuan yang tidak mau cantik? tapi kan faktor ekonomi juga," imbuhnya.

Persoalan Awal Rumah Tangga

Sebelum perceraian terjadi, Melda mengungkapkan bahwa awalnya hubungan mereka retak akibat pertengkaran kecil. Saat suaminya pulang dan tidak menemukan lauk di meja makan, terjadi perselisihan. "Hari itu tanggal 14 Agustus, dia pulang kerja, sudah sore, terus dia marah-marah gitu, tidak ada kawan nasi (lauk) di rumah," ujar Fitri dengan suara bergetar.

Pertengkaran ini berlanjut hingga malam hari. Suami Melda kemudian pergi bersama rekannya hingga pulang larut malam. Esok harinya, perselisihan kembali terjadi, dan akhirnya suaminya langsung mengucapkan kata cerai.

Rencana dan Harapan yang Pupus

Melda menegaskan bahwa suaminya menceraikan dirinya bukan semata karena pertengkaran rumah tangga, melainkan karena sang suami akan dilantik menjadi PPPK. "Dia ceraikan saya karena mau jabatan. Padahal kami dulu berjuang bersama. Saya sempat berharap, setelah dia dilantik jadi PPPK, bisa sedikit membantu perekonomian keluarga," ujar Melda.

Namun, harapan itu justru pupus. Melda merasa kecewa karena suaminya tidak memberi kesempatan untuk saling berjuang bersama. "Begitu dikasih Allah rezeki, dia malah ceraikan saya. Kalau memang mau cerai, kenapa tidak dari dulu," tuturnya dengan nada kecewa.

Bantuan dan Keikhlasan

Meski dalam kondisi sulit, Melda tetap berusaha bertahan. Ia menjual gorengan dan minuman seribu rupiah di depan rumahnya untuk memenuhi kebutuhan kedua anaknya. "Dari hasil tersebut dia juga mampu menghidupi kedua anaknya yang masih kecil," katanya.

Melda juga mengungkapkan bahwa ia telah lama membantu menyiapkan pakaian dan atribut Korpri untuk pelantikan suaminya. Semua perlengkapan itu dibeli dari hasil jualan cabai dan sayuran di pasar. "Baju pelantikan itu saya yang belikan dari hasil jualan. Dia yang pesan di Shopee tapi saya yang disuruh bayar, ya uangnya dari hasil jual gorengan," ujarnya.

Pesan Mendalam dan Harapan

Melda juga menegaskan bahwa video yang viral diunggah bukan tanpa izin, melainkan sudah sepengetahuannya. "Jangan salahkan siapa pun, terutama saudara kita Rita Sugiarti Ricentil Panggabean tentang viralnya video saya ini. Viral-nya video ini atas seizin Allah melalui orang-orang baik, orang yang peduli dengan kemanusiaan," tulisnya.

Ia juga menyampaikan pesan mendalam yang kini banyak dikutip warganet. Pesan tersebut memuat tentang pentingnya menghargai wanita terutama sosok wanita yang menemani masa berjuang. "Tepat di tanggal 15 Agustus 2025 saya diceraikan, dan 17 Agustus 2025 dia menerima SK. Tuan yang terhormat, tidaklah harta, pangkat, jabatan dibawa mati. Tapi hargailah wanita yang selama ini menemanimu dari nol hingga mengantarkanmu ke jalan kesuksesan, walaupun dibalas dengan perceraian," ungkapnya.

Kesimpulan

Kisah Melda Safitri menjadi contoh nyata betapa pentingnya komunikasi dan penghargaan dalam sebuah hubungan. Meskipun menghadapi kesedihan, ia tetap berusaha untuk bangkit dan fokus pada kehidupan barunya. Dengan kekuatan dan keikhlasan, Melda ingin menunjukkan bahwa seorang wanita bisa menjadi sumber kekuatan bagi keluarga, bahkan dalam kondisi terberat.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan